Sumbawanews.com,- Bek kanan Fulham, Kenny Tete, menyatakan pesimis bisa memperkuat Timnas Indonesia meski memiliki darah Nias dan Jakarta dari sisi ibu. Pemain berkebangsaan Belanda itu mengaku tidak yakin bisa beralih federasi karena sudah mengoleksi banyak caps bersama tim nasional Belanda, dan percaya aturan FIFA melarang pemain yang sudah bermain di level senior untuk berganti tim nasional.
Kenny Tete, yang lahir di Amsterdam pada 9 Oktober 1995, adalah putra dari ibu asli Indonesia dengan latar belakang keturunan Nias dan Jakarta, serta ayah berdarah Mozambik. Meski memiliki akar budaya Indonesia, ia memulai karier sepak bola di akademi DWS Amsterdam sejak usia 6 tahun, lalu bergabung dengan AVV Zeeburgia dan akhirnya menembus tim utama Ajax pada 2017. Ia pernah meraih gelar Eredivisie bersama Ajax dan kemudian berpindah ke Olympique Lyon pada 2017 sebelum bergabung dengan Fulham pada 2020. Di Fulham, ia berkontribusi besar dalam promosi tim ke Premier League pada musim 2021/2022, dan hingga kini telah tampil 144 kali dengan 5 gol dan 10 assist.
Meski peluang memakai jersey Garuda sangat tipis, Kenny tetap menjaga hubungan dengan tanah leluhurnya. Ia beberapa kali berkunjung ke Jakarta bersama ibunya, Natascha Simon, dan pernah membuka kemungkinan bermain untuk Persija Jakarta jika kondisi memungkinkan. Namun, dalam wawancara di YouTube Sport77 Official, ia secara tegas menyatakan bahwa peralihan federasi sudah tidak realistis bagi dirinya.
“Tidak, saya rasa tidak mungkin lagi. Saya tidak yakin,” ujarnya. “Tapi saya dengar, ya saya tidak tahu aturannya, tapi menurutku jika anda bermain terlalu banyak pertandingan, anda tidak bisa lagi berganti (federasi).”
Kenny Tete kini menjadi salah satu sosok keturunan Indonesia paling menonjol di kancah sepak bola Eropa, namun keinginannya untuk membela Timnas Indonesia tampaknya harus terkubur oleh aturan dan perjalanan karier yang telah ia tempuh di bawah bendera Belanda.















