Sumbawanews.com,- PSSI mengutuk keras penyerangan terhadap rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, pada Minggu malam, 11 Oktober 2026. Insiden itu menyebabkan seorang personel media Persib mengalami kekerasan fisik, bus rombongan rusak, dan sejumlah koper ofisial serta pemain diduga dijarah. Sekjen PSSI Yunus Nusi menyebut tindakan tersebut tidak masuk akal dan melanggar prinsip dasar sepak bola, karena menargetkan pemain muda yang tidak terlibat dalam rivalitas suporter.
Yunus menekankan bahwa keselamatan seluruh insan sepak bola—mulai dari pemain, ofisial, awak media, hingga suporter—harus menjadi prioritas utama, sejalan dengan komitmen FIFA. “Setiap orang yang datang untuk menonton sepak bola harus dapat pulang ke rumah dengan selamat,” tegasnya dalam keterangan resmi pada Rabu, 14 Oktober 2026. Ia menambahkan, para pemain U-18 Persib hanya berlaga demi semangat olahraga dan pengembangan sepak bola nasional, bukan sebagai simbol rivalitas yang layak diserang.
PSSI menyatakan akan berkoordinasi penuh dengan aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini. Yunus mengecam tindakan pelaku yang dinilai sebagai kekerasan kriminal berkedok rivalitas, dan menegaskan bahwa pelaku akan diberi sanksi seberat-beratnya. Pernyataan serupa juga dilontarkan oleh Persija dan I.League, yang sama-sama menolak kekerasan dalam bentuk apa pun di dunia sepak bola.















