Sumbawanews.com,- Jorge Martin dan Marc Marquez kini saling berkejaran di puncak klasemen MotoGP 2026, dengan selisih hanya dua poin setelah balapan di Sirkuit Mandalika, dan tersisa lima seri lagi. Martin, pembalap Aprilia Racing, mengakui bahwa lawannya kali ini—tujuh kali juara dunia—lebih berbahaya karena kemampuannya memanfaatkan kesalahan lawan dan menjaga konsistensi tanpa kompromi. Meski mengaku tidak banyak berbeda dibandingkan saat bersaing dengan Pecco Bagnaia, Martin mengakui pengalaman Marquez yang mencapai sembilan gelar juara dunia—tiga di Moto3 dan enam di MotoGP—menjadikannya tantangan berbeda. Martin sendiri baru saja meraih gelar juara dunia MotoGP 2024 dengan konsistensi luar biasa, meski hanya menang tiga kali, sementara Bagnaia mengoleksi 11 kemenangan. Kini, dengan Marquez sebagai lawan utama, Martin harus menghadapi pembalap yang jarang salah, dan selalu menghukum setiap kegagalan lawan di balapan.
Martin, yang kini memimpin klasemen dengan selisih tipis, menyadari bahwa pengalaman juara bukan jaminan menang—tapi kestabilan dan ketajaman Marquez di balapan ketat menjadi ancaman nyata. Dengan hanya lima seri tersisa, setiap poin menjadi krusial, dan setiap kesalahan bisa berubah menjadi kekalahan gelar. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah MotoGP, dua kandidat juara dunia berjarak hanya dua poin di fase akhir musim dengan lima balapan tersisa.















