Sumbawanews.com,- Jonatan Christie dan pasangan ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva berhasil melangkah ke final Hylo Open 2026 setelah menunjukkan performa impresif di semifinal. Jonatan melaju setelah Anders Antonsen mengundurkan diri saat kedudukan 21-16, 16-13 dalam gim kedua, sementara Tiwi/Fadia menang dramatis 21-16, 24-22 atas gabungan pasangan asal Bulgaria, Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva. Di babak lain, pasangan ganda campuran Amri Syahawi/Nita Violina Marwah harus tersingkir setelah kalah 23-21, 12-21, 20-22 dari wakil Denmark Jesper Toft/Amalie Cecilie Kudsk dalam pertandingan sengit selama 1 jam 8 menit.
Jonatan Christie menjadi wakil tunggal putra Indonesia yang paling diharapkan di final setelah menghadapi tekanan kuat dari Antonsen. Meski pertandingan tidak berakhir dengan skor penuh, keputusan Antonsen mengundurkan diri saat unggul tipis di gim kedua memastikan Jonatan langsung melangkah ke partai puncak. Performa konsisten dan ketahanan fisiknya menjadi kunci utama dalam perjalanan menuju final.
Di sektor ganda putri, Tiwi/Fadia menunjukkan ketahanan mental luar biasa saat menghadapi pasangan berpengalaman asal Bulgaria. Setelah menang mudah di gim pertama, mereka harus bertarung habis-habisan di gim kedua yang berlangsung sengit hingga 24-22. Kemenangan ini menjadi bukti kemajuan signifikan pasangan muda Indonesia di kancah internasional.
Sementara itu, Amri/Nita harus menelan kekalahan pahit setelah hampir meraih kemenangan di gim pertama dan ketiga. Dalam wawancara pasca-laga, Amri mengaku puas bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera, meski hasilnya tidak sesuai harapan. “Kendalanya, pemain cowok-nya pukulannya cukup menyulitkan karena mungkin tinggi sekali dan pukulannya tajam,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya konsistensi dan adaptasi pola permainan yang tepat menghadapi gaya lawan yang berbeda-beda.
Final Hylo Open 2026 akan menjadi ujian berat bagi Jonatan Christie, yang berpeluang meraih gelar pertamanya di turnamen BWF World Tour level Super 300, sekaligus membawa pulang trofi bagi Indonesia setelah lama absen di final turnamen internasional. Sementara itu, Tiwi/Fadia akan berusaha mempertahankan reputasi ganda putri Indonesia yang kian menanjak di kancah dunia.















