Sumbawanews.com,- Pada Minggu (25/10/2026), Inter Milan kembali menunjukkan ketahanan mentalnya dengan menaklukkan Fiorentina 2-1 di Stadion Giuseppe Meazza, setelah mencetak dua gol di masa injury time. Kemenangan dramatis ini menjadi comeback kelima mereka dalam delapan pertandingan Serie A musim ini, memperkuat catatan luar biasa sebagai tim yang paling sering bangkit dari ketertinggalan. Nerazzurri kini mengumpulkan 13 poin dari situasi tertinggal, sementara lini serang mereka tetap menjadi yang paling produktif di liga dengan 23 gol. Namun, kebiasaan sering tertinggal lebih dulu mempertanyakan soliditas pertahanan mereka di tengah perjuangan mempertahankan gelar.
Sebelum menghadapi Fiorentina, Inter sudah membuktikan kemampuan bangkitnya melawan Napoli (3-2), Udinese (5-3), AS Roma (2-2), dan Bologna (3-1). Melawan Napoli, mereka membalikkan keunggulan 0-2; melawan Udinese, dari 0-2 menjadi 5-3; melawan Roma, Lautaro Martinez menyamakan kedudukan setelah tertinggal dua gol; dan melawan Bologna, gol balasan setelah kebobolan lebih dulu dari Tommaso Pobega membawa mereka menang 3-1. Semua hasil ini menunjukkan daya juang luar biasa, tetapi juga mengungkap risiko konsistensi bertahan.
Hingga pekan kedelapan, Inter memimpin daftar pencetak gol terbanyak di Serie A dengan 23 gol, jauh di atas tim-tim lain. Lini serang yang dipimpin oleh Lautaro Martinez dan Marcus Thuram menjadi tulang punggung keberhasilan mereka, meski pertahanan kerap terlihat rapuh. Kemenangan atas Fiorentina yang datang di menit-menit terakhir bukan hanya bukti ketahanan mental, tapi juga pengingat bahwa mereka masih bergantung pada kecerdikan serangan untuk menyelamatkan diri dari kesalahan defensif.
Dengan lima comeback dalam delapan laga, Inter tetap menjadi tim paling menarik untuk ditonton—tapi pertanyaan besar tetap menggantung: apakah mentalitas juara cukup untuk menang di puncak, atau apakah kelemahan bertahan akan menjadi batu sandungan di babak-babak krusial?















