Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia menghadapi Thailand dalam final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin, 5 Oktober 2026, pukul 20.00 WIB. Laga ini menjadi kesempatan besar bagi Garuda untuk mengakhiri puasa gelar selama 35 tahun terakhir, sekaligus memutus dominasi Thailand di pertemuan final. Sejarah mencatat, Indonesia kalah lima kali dari enam kali bertemu Thailand di final, termasuk dua kekalahan di venue yang sama pada SEA Games 1997 dan Piala AFF 2002.
Dalam 88 pertemuan sepanjang sejarah, Thailand unggul dengan 37 kemenangan, sementara Indonesia menang 25 kali dan 26 laga berakhir imbang. Tujuh pertandingan terakhir melawan Thailand tak pernah dimenangkan Indonesia—empat kekalahan dan tiga hasil imbang—dengan kemenangan terakhir tercatat pada 14 Desember 2016 di Stadion Pakansari saat final Piala AFF 2016. Di ajang ini, Indonesia menjadi tim paling produktif dengan 11 gol, dipimpin oleh Mitchell Baker yang mencatatkan lima gol. Sementara itu, Thailand tetap menjadi lawan tangguh dengan skuad berpengalaman: enam pemain dari final Piala AFF 2016 masih bertahan, termasuk Chanathip Songkrasin dan Supachai Chaided.
Dari sisi nilai pasar, Indonesia unggul jauh dengan Rp396,91 miliar, lebih dari dua kali lipat dari Thailand yang bernilai Rp165,13 miliar. Namun, fakta sejarah tetap menjadi beban psikologis: terakhir kali Indonesia juara adalah di SEA Games 1991, saat mengalahkan Thailand. Empat pemain dari tim 2016 masih tersisa di skuad Garuda—Elkan Baggott, Rizky Ridho, Egy Maulana Vikri, dan Nadeo Argawinata—yang berharap bisa menjadi pahlawan sekaligus penutup era kekalahan.
Prediksi menunjukkan laga ini akan sengit, dengan Indonesia berpeluang besar mengakhiri kutukan final, tetapi Thailand tetap menjadi ancaman nyata berkat pengalaman dan ketajaman di lini depan. Kemenangan bagi Garuda bukan hanya soal trofi, tapi juga pembebasan dari bayang-bayang masa lalu.















