Sumbawanews.com,- Timnas voli putra Indonesia bertemu Kazakhstan pada pertandingan klasifikasi peringkat 11–12 Asian Games 2026, Sabtu, 3 Oktober 2026, pukul 14.00 WIB di Park Arena Komaki. Laga ini menjadi penutup perjalanan Merah Putih di ajang multievent terbesar Asia, setelah gagal melangkah ke delapan besar setelah tersingkir dari Pool B oleh Iran dan Thailand. Meski sempat menang 3–1 atas Filipina (25–23, 24–26, 25–22, 25–21), kekalahan 1–3 dari Vietnam (19–25, 23–25, 25–21, 22–25) pada Jumat, 2 Oktober 2026, memastikan Indonesia gagal menembus semifinal klasemen bawah. Hasil apa pun pada laga ini, capaian terburuk timnas sejak 2013—ketika finis di peringkat 13—kemungkinan besar akan terulang, dengan posisi 11 menjadi batas maksimal yang bisa diraih.
Tim yang dipimpin pelatih Reidel Toiran dari Kuba tampil dengan susunan pemain yang mengandalkan pengalaman dan kecepatan. Di posisi setter, Alfin Daniel Pratama (Jakarta Bhayangkara) dan Dio Zulfikri (LavAni) menjadi otak serangan. Di jaring tengah, Raden Ahmad Gumilar, Putra Bagus Hidayatulloh, dan Hendra Kurniawan siap menghalau serangan lawan. Sementara di posisi opposite, Rama Fazza Fauzan (Surabaya Samator) dan Fauzan Nibras (Jakarta Garuda) menjadi senjata utama serangan balik. Di sisi sayap, Boy Arnes Arabi, Sigit Ardian, Farhan Halim (VC Nagano Tridents), dan Fahri Septian Putratama (Medan Falcons Tirta Bhagasasi) siap memanfaatkan celah pertahanan Kazakhstan. Fahreza Rakha dari Jakarta Bhayangkara bertindak sebagai libero, menjaga stabilitas pertahanan.
Pertandingan ini bisa disaksikan secara langsung melalui platform Vidio, yang menayangkan seluruh laga voli Asian Games 2026. Bagi timnas, ini bukan sekadar laga klasifikasi—tapi kesempatan terakhir untuk menunjukkan semangat juang di tengah tekanan sejarah yang semakin berat.















