Sumbawanews.com,- Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengungkap ketegangan luar biasa saat skuad Garuda bertahan hingga extra time dan akhirnya menang atas Thailand dalam final FIFA ASEAN Cup 2026. Setelah Thailand unggul 2-1 lewat gol Peeradon Chamratsamee, Herdman meminta Elkan Baggott naik ke lini depan untuk mencari gol penyama. Keputusan itu berbuah hasil: Baggott mencetak gol di menit ke-118, menyamakan skor menjadi 2-2. Tanpa sempat merayakan, Herdman langsung fokus mengatur daftar penendang penalti, mengingat kemungkinan pertandingan akan berlanjut ke adu penalti. Ia bahkan sempat mempertimbangkan membiarkan Baggott tetap bertahan di posisi penyerang tengah, mengingat semangatnya yang membara.
Pertandingan berlanjut ke adu penalti, dan Timnas Indonesia berhasil mengatasi tekanan untuk menang, mengamankan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Herdman menyebut pertandingan ini sebagai pengalaman “gila” dan “luar biasa”, menekankan betapa besar tantangan mental yang harus dihadapi tim di bawah tekanan tinggi di Asia Tenggara. Ia juga memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Thailand, yang menurutnya tampil sangat tangguh, penuh pengalaman, dan berbahaya sepanjang laga. “Mereka punya naluri untuk membunuh pertandingan,” ujar Herdman.
Kemenangan ini, menurut pelatih asal Kanada itu, bukan hanya hasil dari strategi di lapangan, tapi juga transformasi mental tim. Indonesia, katanya, kini tidak lagi mudah menyerah meski tertinggal. “Kami menunjukkan bahwa kami tidak akan menyerah pada siapa pun. Kami bertahan sampai akhir,” ucapnya. Herdman memuji seluruh staf, pemain, dan elemen di balik layar yang turut mewujudkan momen bersejarah ini.
Dalam laga final, Shayne Pattynama juga menjadi bagian penting meski dipanggil masuk dalam waktu yang sangat mendekati laga. Ia turut berkontribusi dalam kemenangan tim, menjadi salah satu pahlawan di balik gelar juara yang diraih Indonesia.















