Sumbawanews.com,- Pada pertengahan Oktober 2026, badminton Indonesia meraih momen kejayaan dengan membawa pulang tiga gelar dari dua turnamen internasional sekaligus: Denmark Open 2026 dan Kejuaraan Dunia Badminton Junior 2026 di Kairo, Mesir. Tiga pemain muda dan pasangan senior berhasil mengharumkan nama bangsa di kancah dunia, mengubah suasana yang sempat dipenuhi kabut kebakaran hutan menjadi sorak-sorai kebanggaan.
Di ajang junior, Muhammad Luthfi Habibi dan Dian Ramadhani Mukti menjadi juara ganda campuran setelah mengalahkan pasangan Tiongkok, Yi Lang Feng dan Meng Han Li, dengan skor 17-15, 8-15, 16-14 pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Kemenangan ini menjadikan mereka pasangan kelima Indonesia yang meraih gelar ganda campuran di Kejuaraan Dunia Junior. Tak lama berselang, Radithya Bayu Wardana menyusul dengan meraih gelar tunggal putra setelah menaklukkan rekan senegaranya, Fardhan Rainanda Joe, dengan skor 15-9, 11-15, 15-8. Radithya menjadi tunggal putra kedua asal Indonesia yang menjadi juara di ajang ini. Indonesia pun mengakhiri Kejuaraan Dunia Junior 2026 dengan dua emas, satu perak, dan dua perunggu, dengan perunggu diraih tim beregu campuran serta ganda campuran Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani.
Di level senior, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri memuncaki Denmark Open 2026 pada Minggu, 18 Oktober 2026, dengan kemenangan telak 21-8, 21-11 atas pasangan Malaysia, Aaron Chia dan Soh Wooi Yik. Sejak dipasangkan tahun lalu, duet asal Bandung itu telah mengoleksi empat gelar, dengan tiga di antaranya diraih pada tahun ini. Dari 14 wakil Indonesia yang tampil di Denmark Open, Fajar/Fikri adalah satu-satunya yang berhasil menembus semifinal dan meraih gelar juara.
Dengan tiga gelar dalam waktu singkat, Indonesia kembali menegaskan dominasinya di dunia bulutangkis, baik di generasi muda maupun senior.















