Sumbawanews.com,- Jurnalis investigasi asal Prancis, Romain Molina, mempertanyakan keputusan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang tetap memasukkan Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dalam nominasi Association of the Year, meski lembaga itu telah terbukti bersalah pada 2025 atas kasus pemalsuan kewarganegaraan tujuh pemain naturalisasi. Molina, yang dikenal menulis untuk media global seperti The Guardian, The New York Times, dan BBC, mengecam keputusan AFC sebagai “konyol” dan menyatakan bahwa tindakan korupsi justru seolah mendapat legitimasi. Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) pada 5 Maret 2025 telah menolak banding FAM dan mempertahankan denda sebesar CHF350 ribu (Rp7,6 miliar), sekaligus mengubah sanksi larangan bermain bagi tujuh pemain—Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel—menjadi larangan hanya untuk pertandingan resmi, bukan seluruh aktivitas sepak bola. Meski sanksi itu jelas dan telah final, AFC tetap menjadikan FAM sebagai kandidat penghargaan tertinggi bagi asosiasi sepak bola, memicu kecaman luas dari kalangan jurnalis dan pengamat integritas olahraga.















