Sumbawanews.com,- Pada Minggu, 18 Oktober 2026, empat sekolah dasar meraih gelar juara dalam final MilkLife Soccer Challenge Seri 1 musim 2026/2027, menyusul pertandingan sengit di Bekasi dan Kudus. SDN Pulogebang 07 dan SDN Cipayung 02 menang di Bekasi, sementara SDN Jambean 02 Pati dan SD Unggulan Muslimat NU menjadi yang terbaik di Kudus, menutup rangkaian kompetisi sepak bola putri usia dini dengan partisipasi ribuan atlet.
Di Bekasi, SDN Pulogebang 07 menaklukkan SDN Cilangkap 01 Pagi 3-0 di kategori KU 10. Gol pertama tercipta lewat bunuh diri Arrafah Nida’ul Karimah pada menit kedua, diikuti oleh gol Alifah Nurhafiah pada menit ketujuh dan Alifah Nurfarhiyah pada menit ke-23. Di kategori KU 12, SDN Cipayung 02 menang tipis 1-0 atas SDN Cilangkap 01, dengan gol tunggal dari tendangan jarak jauh Gildas Syauqillah. Gildas juga meraih gelar top scorer KU 12 dengan 21 gol, sementara Alifah Nurfarhiyah menjadi pencetak gol terbanyak KU 10 dengan 24 gol.
Di Kudus, SDN Jambean 02 Pati memenangi KU 10 setelah mengalahkan MI NU Baitul Mukminin, dengan Syafa Ainun Habibah mencatatkan 35 gol sebagai top scorer. Di KU 12, SD Unggulan Muslimat NU keluar sebagai juara, dengan Ghaitsa Luffi Arachman sebagai pencetak gol terbanyak dengan 28 gol. Kompetisi ini diikuti 1.261 atlet dari 80 sekolah di Bekasi—dengan 30 tim KU 10 dan 86 tim KU 12—serta 1.672 atlet dari 100 sekolah di Kudus, masing-masing kategori diikuti 80 tim.
Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Edi Supriyanto, menyebut peningkatan partisipasi sebagai sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri di Indonesia. Kepala Pelatih Timo Scheunemann menekankan pentingnya latihan rutin, dengan tim-tim terbaik umumnya berlatih dua hingga tiga kali seminggu. Pertandingan di Bekasi berlangsung di Bekasi International Soccer Field dan Lapangan Yonif 202 Tajimalela, sementara di Kudus digelar di Supersoccer Arena dan Lapangan Rendeng.
Penghargaan individu juga diberikan, termasuk Pemain Terbaik dan Kiper Terbaik di masing-masing kategori, serta penghargaan Fair Play untuk SDN Kali Baru 3 dan SDN Mangunjaya 07 di Bekasi, serta SD NU Nawa Kartika di Kudus. Hasil ini menandai awal yang kuat bagi upaya membangun fondasi sepak bola putri sejak usia dini di seluruh penjuru Indonesia.















