Sumbawanews.com,- Setelah membawa Timnas Indonesia meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026, dua pemain yang berkarier di Eropa kembali ke klub masing-masing dengan catatan buruk: kedua tim mereka kini bertengger di dasar klasemen liga utama. Kevin Diks, kapten Timnas Indonesia, bermain untuk Borussia Mönchengladbach yang hingga pekan keenam Bundesliga 2026-2027 belum pernah menang, dengan 0 poin dari enam pertandingan. Sementara itu, Nathan Tjoe-A-on, bek kiri andalan Willem II Tilburg, harus menghadapi tekanan besar setelah timnya tetap berada di posisi terbawah Eredivisie 2026-2027, meski telah meraih dua hasil seri dan mengumpulkan dua poin hingga pekan kesembilan.
Kevin Diks, yang menjadi tulang punggung pertahanan Timnas Indonesia di turnamen ASEAN, kini berjuang keras bersama Borussia Mönchengladbach yang mengalami rekor terburuk sejak promosi ke Bundesliga. Die Borussien belum meraih satu poin pun dalam enam laga, menjadi satu-satunya tim di liga Jerman yang masih nol poin. Pertandingan pekan ketujuh melawan VfB Stuttgart menjadi kesempatan krusial bagi Diks dan timnya untuk mengakhiri runtutan kekalahan.
Di Belanda, Nathan Tjoe-A-on yang sempat menjadi kunci promosi Willem II ke Eredivisie musim lalu, kini berada di tengah badai. Tricolores, yang baru saja kembali ke liga tertinggi, justru terpuruk di dasar klasemen dengan hanya dua hasil seri dari sembilan laga. Target bertahan di posisi 15 besar demi menghindari degradasi kini terasa semakin berat, terutama setelah kekalahan demi kekalahan menggerus kepercayaan suporter dan manajemen.
Kedua pemain ini menjadi simbol perjuangan atlet Indonesia di level Eropa—berhasil membela negara di kancah Asia, namun harus menghadapi tekanan luar biasa di klub tempat mereka berkarier. Kinerja mereka di liga domestik menjadi sorotan, bukan hanya bagi penggemar sepak bola Indonesia, tetapi juga bagi para pengamat yang memperhatikan perkembangan pemain naturalisasi dan diaspora sepak bola Tanah Air.















