Home Berita Olah Raga Dean James: Dari Pahlawan di Jakarta, Jadi Pria Biasa di Belanda

Dean James: Dari Pahlawan di Jakarta, Jadi Pria Biasa di Belanda

Sumbawanews.com,- Dean James, bek kiri keturunan Surabaya yang membela Timnas Indonesia di final FIFA ASEAN Cup 2026, kembali ke Belanda dengan pengalaman yang kontras: di Jakarta, ia dikenal luas sebagai pahlawan kemenangan; di Belanda, ia bisa berjalan tenang tanpa dikenali. Pemain 26 tahun itu menjadi salah satu kunci kemenangan Garuda atas Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026) malam WIB, dengan mencetak gol tendangan bebas pada menit ke-84 dan sukses mengeksekusi penalti di babak adu penalti.

Masuk sebagai pengganti pada menit ke-46, James tampil maksimal membantu Indonesia meraih gelar juara setelah sebelumnya tertinggal 1-2. Golnya dari tendangan bebas menyamakan kedudukan 2-2, sebelum Elkan Baggott mencetak gol kemenangan. Dalam adu penalti, James menjadi penendang kedua Indonesia dan tidak gagal, membantu tim meraih kemenangan 5-4.

Kemenangan itu membuatnya menjadi sosok yang dikenal di seluruh Indonesia. Ia mengaku kesulitan bergerak bebas di tempat umum karena banyak warga yang mengenalinya. Namun, setibanya di Belanda dan bergabung kembali dengan Go Ahead Eagles, ia merasakan perubahan drastis. “Di sana, Anda hampir tidak bisa berjalan di jalanan umum, sedangkan di sini (Belanda) situasinya agak lebih santai. Anda tidak dikenali orang dan itu benar-benar sebuah perubahan besar,” ujarnya, seperti dikutip Oost pada Sabtu (10/10/2026).

Pengalaman serupa juga dirasakan rekan senegaranya, Joey Pelupessy. Ia harus ditemani pengawalan polisi saat meninggalkan Jakarta menuju bandara, menyusul perayaan besar-besaran di ibu kota. Bersama Kevin Diks, Pelupessy tiba setengah jam sebelum jadwal penerbangan, dengan semua prosedur telah diatur oleh tim keamanan.

James kini bersiap kembali ke lapangan bersama Go Ahead Eagles, yang akan menjamu Sparta Rotterdam dalam lanjutan Eredivisie pada Sabtu (10/10/2026) pukul 21.30 WIB. Di tengah hiruk-pikuk kemenangan di Indonesia, ia kembali ke rutinitas sepak bola Eropa — tanpa sorotan, tanpa kerumunan, tapi tetap dengan kebanggaan sebagai bagian dari sejarah Timnas Indonesia.

Previous articlePrabowo Targetkan 100 Kampung Nelayan Beroperasi Akhir 2026
Next articlePemprov Banten Tekankan APBD 2027 Fokus pada Dampak Nyata bagi Kesejahteraan Rakyat