Home Berita Olah Raga Dana White Turun Tangan Bantu Nina Drama Hadapi Penguntit Mengerikan

Dana White Turun Tangan Bantu Nina Drama Hadapi Penguntit Mengerikan

Sumbawanews.com,- Presiden UFC Dana White langsung bertindak setelah influencer Nina Drama melaporkan ancaman serius dari seorang penguntit yang mengirimkan video kekerasan ekstrem dan mengetahui detail pribadinya, termasuk dekorasi Natal di rumahnya. Dalam siaran langsung, Nina—yang memiliki 4,8 juta pengikut di Instagram—mengatakan bahwa setelah melaporkan insiden itu kepada White, ia segera menerima panggilan dari tim antiteror yang datang ke rumahnya untuk mengambil keterangan. Keesokan harinya, pelaku berhasil dilacak dan dimasukkan ke dalam daftar larangan terbang ke Las Vegas, mencegahnya mendekati lokasi markas UFC.

Nina menggambarkan pelaku sebagai sosok yang “gila” dan terus-menerus mengganggu, bahkan mengirimkan rekaman pemenggalan kepala ala kartel. Ia juga terkejut saat pelaku secara spesifik menyebutkan detail rumahnya, termasuk hiasan Natal yang hanya bisa diketahui oleh seseorang yang benar-benar memantau lokasi tersebut. “Dia bilang, ‘Aku tahu di mana kamu tinggal,’ lalu berkata, ‘Aku suka apa yang kamu lakukan dengan rumah itu, aku suka dekorasi Natalmu,’” ujar Nina.

Kedekatan antara Nina Drama dan Dana White bukan hal baru. White sebelumnya pernah secara terbuka memuji peran Nina dalam mempopulerkan sejumlah petarung UFC, menyebut kontribusinya sebagai faktor penting dalam membangun popularitas mereka. Tindakan cepat White dalam menanggapi laporan ancaman ini memperkuat citra hubungan personal yang kuat antara keduanya, sekaligus menunjukkan betapa seriusnya UFC menangani ancaman terhadap anggota komunitasnya—bahkan yang bukan atlet profesional.

Insiden ini menjadi sorotan luas di kalangan penggemar olahraga dan media sosial, mengingat betapa rentannya influencer terhadap ancaman siber yang berujung pada kekerasan fisik. Dengan intervensi langsung dari pihak berwenang dan dukungan dari salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia MMA, kasus ini menjadi contoh langka di mana laporan ancaman nyata mendapat respons instan dan efektif.

Previous articleBarcelona Taklukkan Bilbao 2-0, Puncaki Klasemen LaLiga
Next articleIvar Jenner Bertahan di Dewa United, Pilih Stabilitas Menit Bermain Daripada Hengkang ke Eropa