Sumbawanews.com,- Cristiano Ronaldo terancam dilarang membela Timnas Portugal hingga enam bulan setelah meninggalkan pemusatan latihan tanpa izin pada Oktober 2026. Keputusan itu diambil setelah konflik dengan pelatih Jorge Jesus terkait janji menit bermain yang tidak dipenuhi, memicu kepergian mendadak sang kapten. Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) kini sedang meninjau kasus ini, dengan kemungkinan sanksi antara satu hingga enam bulan, tergantung pada hasil penyelidikan komite disiplin. Ronaldo mengakui kesalahannya dalam meninggalkan tim tanpa izin, tetapi menegaskan bahwa tindakannya bermula dari dua kali ingkar janji dari Jesus terkait jatah bermainnya.
Ronaldo mengaku telah sepakat dengan Jesus untuk tidak bermain dalam laga melawan Norwegia dan Denmark demi pemulihan fisik. Namun, saat pertandingan melawan Norwegia, ia diminta melakukan pemanasan hingga babak pertama, lalu tidak diturunkan sama sekali. Ia menyebut hal itu sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan, dan menambahkan bahwa setelah pertemuan dengan Direktur Olahraga Al Nassr, Simao Coutinho, mereka sempat menyepakati delapan poin tertulis yang menegaskan ia tidak pernah menuntut bermain dan tetap menghormati otoritas Jesus. Menurut Ronaldo, penjelasan yang diberikan Jesus setelah kejadian itu bertentangan dengan kesepakatan tersebut, sehingga ia memilih pergi daripada menunggu janji yang mungkin kembali dilanggar.
Meski menyalahkan pelatih, Ronaldo tidak menolak tanggung jawab atas tindakannya. Ia meminta maaf atas tidak menyapa suporter setelah laga dan meninggalkan rekan-rekannya. Ia juga mengakui bahwa statusnya sebagai kapten memperberat konsekuensi, dan menyerahkan keputusan hukuman sepenuhnya kepada FPF. Sementara itu, Jesus membantah adanya kesepakatan apa pun yang disebut Ronaldo, menciptakan ketidaksesuaian fakta yang harus diurai oleh komite disiplin.
Meski terancam hukuman berat, Ronaldo menegaskan belum berniat pensiun dari tim nasional. Ia masih ingin bermain, mencetak gol, dan membantu Portugal meraih kemenangan selama kondisi fisiknya memungkinkan. Kepulangannya ke tim nasional akan bergantung pada keputusan FPF dan perbaikan hubungannya dengan Jesus. Konflik ini bukan hanya persoalan pribadi—kehadiran Ronaldo yang mungkin terputus selama berbulan-bulan berpotensi mengguncang persiapan Portugal untuk agenda internasional mendatang. Ban kapten pun telah diserahkan kepada Bruno Fernandes selama masa ketidakhadirannya.















