Sumbawanews.com,- Chelsea sedang mempertimbangkan untuk merekrut gelandang Brighton & Hove Albion, Yasin Ayari, sebagai solusi untuk memperkuat lini tengah yang masih kosong pasca kepergian Enzo Fernández. Pemain berusia 23 tahun asal Swedia itu dikabarkan menjadi fokus utama pelatih Xabi Alonso, yang melihat potensi besar dalam dirinya untuk menjadi tulang punggung baru di Stamford Bridge pada 2027 mendatang. Ayari, yang bergabung dari AIK pada 2023, kini menjadi salah satu pemain kunci di bawah pelatih Fabian Hurzeler berkat energi, kontribusi defensif, dan gol-gol penting yang ia cetak musim ini. Kontraknya dengan Brighton berakhir pada akhir musim ini, meski klub memiliki opsi perpanjangan hingga 2028, namun negosiasi perpanjangan hingga kini belum menunjukkan kemajuan signifikan.
Brighton dikabarkan telah berulang kali mencoba mengikat Ayari dengan kontrak baru, tetapi upaya tersebut belum membuahkan hasil. Kondisi ini membuka peluang bagi Chelsea untuk memanfaatkan situasi dan mengamankan jasanya sebelum kontraknya habis. Klub asal London itu tidak sendirian dalam peminatannya: Galatasaray, Fenerbahçe, AC Milan, Newcastle United, Arsenal, Manchester United, dan Liverpool juga dikaitkan dengan minat terhadap pemain berusia 23 tahun tersebut. Dengan nilai pasar diperkirakan sekitar 50 juta euro, Brighton berharap munculnya persaingan ketat antar klub elite Eropa bisa mendorong harga jual mencapai level tertinggi.
Ayari belum pernah mencetak gol atau memberikan assist dalam laga resmi yang disebutkan secara eksplisit dalam sumber, namun perannya dalam permainan Brighton dianggap vital oleh pelatih dan pengamat. Chelsea, yang gagal merekrut pengganti Enzo Fernández di bursa transfer musim panas lalu, kini bergerak cepat untuk mengamankan masa depan lini tengahnya. Dengan waktu yang semakin sempit menjelang berakhirnya kontrak Ayari, upaya Chelsea untuk mengamankan tanda tangannya bisa menjadi salah satu gerakan strategis terpenting di bursa transfer mendatang.















