Sumbawanews.com,- Manchester United kembali mengalami kekalahan memalukan, kali ini 0-3 di kandang sendiri, Old Trafford, pada Minggu (25/10/2026), saat ditaklukkan Bournemouth. Gol-gol Rayan, Marcus Tavernier, dan Evanilson memastikan tim tamu pulang dengan tiga poin penuh, sementara suporter tuan rumah memenuhi stadion dengan sorakan kekecewaan. Kekalahan ini memperpanjang rentetan tanpa kemenangan MU di semua ajang menjadi delapan pertandingan, dan menempatkan mereka di posisi ke-16 klasemen Premier League—hanya selangkah dari zona degradasi.
Michael Carrick, yang diangkat permanen setelah membawa MU finis lima besar musim lalu, kini menghadapi tekanan luar biasa. Dukungan di ruang ganti mulai goyah setelah Bruno Fernandes secara terbuka mempertanyakan taktiknya usai kekalahan dari Como di Liga Champions beberapa hari sebelumnya. Beban taktis ditambah jadwal padat dan keterbatasan pemain semakin memperburuk situasi.
Di tengah spekulasi pergantian pelatih, Paul Scholes kembali menyuarakan pendapatnya: Carlo Ancelotti adalah pilihan paling ideal. Dalam siniar “Good, The Bad & The Football”, Scholes menegaskan, “Pelatih yang sempurna, menurut saya, masih tersedia. Ancelotti masih ada.” Ia menyoroti kemampuan Ancelotti dalam mengelola pemain dan rekam jejaknya meraih banyak gelar, termasuk pengalaman di Real Madrid yang berakhir pada akhir musim 2024/2025. Kini, Ancelotti menjabat sebagai pelatih Timnas Brasil.
Scholes juga menyebut Zinedine Zidane sebagai kandidat serius. Mantan pelatih Real Madrid itu kini memimpin Timnas Prancis setelah menggantikan Didier Deschamps pada musim panas lalu. Meski nama Andoni Iraola pernah disebut, peluangnya dinilai kecil karena ia saat ini menangani Liverpool.
Dengan tekanan meningkat dan masa depan Carrick semakin kabur, MU berada di persimpangan: apakah akan bertahan dengan kepemimpinan lama, atau berani mengambil langkah besar dengan sosok-sosok legendaris yang masih tersedia?















