Home Berita Olah Raga Calvin Verdonk Bersejarah, Lille Hadapi Ujian Berat Lawan Bodo/Glimt

Calvin Verdonk Bersejarah, Lille Hadapi Ujian Berat Lawan Bodo/Glimt

Sumbawanews.com,- Lille menghadapi laga krusial tandang melawan Bodo/Glimt di Aspmyra Stadion pada Rabu (4/11/2026) dini hari WIB, dalam lanjutan fase league phase Liga Champions 2026/2027, dengan kebutuhan mendesak meraih poin untuk menghentikan tren kekalahan beruntun. Les Dogues terpuruk di posisi ke-35 klasemen setelah kalah dari Real Betis 2-3, Arsenal 0-3, dan Galatasaray 2-4, sementara tuan rumah Bodo/Glimt, yang pernah mengalahkan Manchester City dan Inter Milan musim lalu, siap memanfaatkan reputasi mereka sebagai “giant killer” di kandang sendiri.

Calvin Verdonk, bek kiri Timnas Indonesia, kembali menjadi sorotan sebagai pemain Indonesia pertama yang tampil di Liga Champions. Pemain berusia 29 tahun itu telah mengumpulkan 102 menit bermain di kompetisi Eropa tertinggi ini: debutnya pada 14 Oktober 2026 di Emirates Stadium melawan Arsenal, saat ia masuk sebagai pemain pengganti selama 12 menit, lalu tampil sebagai starter dan menyelesaikan 90 menit penuh saat Lille kalah 2-4 dari Galatasaray pada 22 Oktober 2026. Meski belum mencetak gol, kehadirannya menjadi simbol sejarah bagi sepak bola Indonesia di panggung Eropa.

Menjelang laga melawan Bodo/Glimt, prediksi dari Sportsmole memperkirakan Romain Perraud akan kembali menjadi starter di posisi bek kiri, sehingga Verdonk kemungkinan besar akan kembali duduk di bangku cadangan — pola yang konsisten sejak awal musim, di mana pelatih Davide Ancelotti sering memasukkannya di babak kedua, seperti saat ia menggantikan Perraud pada menit ke-78 dalam kemenangan 2-1 atas Lens di Ligue 1 akhir pekan lalu. Di sisi kanan, Maxima Goffi diprediksi menggantikan Tiago Santos yang cedera ACL, sementara lini belakang Lille diperkirakan terdiri dari Goffi (kanan), Perraud (kiri), dan duet tengah Nathan Ngoy serta Alexsandro.

Bodo/Glimt, tim asal Norwegia yang identik dengan seragam kuning, menjadi ancaman nyata. Musim lalu, mereka menaklukkan Manchester City 3-1 dan Atletico Madrid 2-1 di fase league phase, lalu menghancurkan Inter Milan dengan agregat 5-2 di babak play-off gugur. Kemenangan 1-0 atas Borussia Dortmund di musim ini menunjukkan mereka masih mempertahankan keganasan di kandang, meski sempat kalah telak 0-5 dari Bayern Munich dan 3-4 dari Napoli. Lille harus bermain cerdas, karena lawan ini tidak pernah takut menghadapi raksasa Eropa — dan kali ini, mereka akan bermain di depan publik rumah yang bergemuruh.

Previous articleNathan Tjoe-A-On Masih Gelisah di Tengah Kegagalan Willem II
Next articleCasino clic : vérifier une exclusion après une migration de compte ou de plateforme