Sumbawanews.com,- Bali United menjadi tim paling produktif di Super League 2026-2027 hingga pekan keenam, dengan 19 gol dicetak dalam empat laga kandang yang semuanya berakhir kemenangan. Di Stadion Kapten I Wayan Dipta, klub berjuluk Serdadu Tridatu menghancurkan Garudayaksa FC 5-0 pada Sabtu, 24 Oktober 2026, melanjutkan dominasi mereka di depan publik sendiri. Gol-gol tersebut dicetak oleh Irfan Jaya pada menit ke-45+1, Remco Balk (51′), Queven Inacio (63′ dan 75′), serta Teppei Yachida lewat penalti (88′). Pelatih Johnny Jansen menilai kemenangan ini adalah buah dari kedisiplinan taktis yang dibangun sejak pramusim, dengan penguasaan bola sebagai senjata utama untuk melemahkan pertahanan lawan.
Sejak laga pembuka melawan PSS Sleman yang dimenangkan 2-1, Bali United terus menunjukkan keganasan serangan di kandang. Mereka menghajar Isenmulang Kalteng 4-1, Persijap Jepara 6-1, dan kini Garudayaksa 5-0—semua kemenangan tanpa kekalahan. Rata-rata tiga gol per pertandingan menjadikan mereka tim terdepan dalam hal produktivitas ofensif hingga saat ini. Jansen menekankan bahwa angka-angka di papan skor bukan sekadar hasil keberuntungan, melainkan bukti kesinambungan dalam menjalankan filosofi permainan: menguasai bola, memaksa lawan berlari, dan menciptakan ruang kosong di lini tengah untuk memicu serangan mematikan.
Pemain-pemain Bali United terlihat semakin terbiasa dengan ritme permainan yang diinginkan pelatih asal Belanda itu. Irfan Jaya membuka skor di penghujung babak pertama, sementara Balk, Inacio, dan Yachida memanfaatkan kelelahan lawan setelah turun minum. Inacio menjadi sosok kunci dengan dua golnya, sementara Yachida menutup pesta gol dengan eksekusi penalti yang tenang. Jansen mengapresiasi konsistensi tim dalam menerapkan rencana permainan, bahkan di saat tekanan meningkat. “Saya sangat bangga dengan kedisiplinan dan cara kami bermain. Pujian besar untuk para pemain,” ujarnya.
Dengan rekor sempurna di kandang dan 19 gol dalam empat pertandingan, Bali United tidak hanya memimpin klasemen, tetapi juga menjadi simbol perubahan gaya bermain di liga. Sementara itu, Persija Jakarta dan tim-tim lain terus diwaspadai sebagai calon penantang, namun hingga pekan keenam, belum ada yang mampu menandingi keganasan serangan Serdadu Tridatu di depan rumah sendiri.















