Sumbawanews.com,- Arsenal menghadapi Slavia Praha dalam laga Matchday 4 Liga Champions 2026/2027, Kamis (5/11/2026) pukul 03.00 WIB, di Fortuna Arena, Praha. Tim asuhan Mikel Arteta yang masih belum terkalahkan di kompetisi Eropa musim ini, dengan tujuh poin dari tiga laga, berusaha mempertahankan tren positifnya, sementara tuan rumah berusaha memutus kekeringan kemenangan setelah hanya meraih satu imbang dan dua kekalahan di fase grup. Pertandingan bisa disaksikan langsung melalui SCTV dan Vidio.
Meski unggul dalam statistik dan performa, Arsenal diingatkan untuk tidak meremehkan perbaikan Slavia Praha yang kini mencatatkan lima pertandingan tanpa kekalahan di semua ajang. Kembalinya konsistensi tim asal Republik Ceko ini menjadi tantangan tersendiri, terutama setelah sebelumnya sempat mengalami masa sulit.
Dalam susunan pemain, Slavia Praha tampil dengan formasi 3-4-2-1: Domchak; Vlcek, Holes, Zima; Suleiman, Moses, Sadilek, Kubiak; Ayaosi, Sturm; Nowak. Sementara Arsenal memasang formasi 4-2-3-1: Raya; White, Konsa, Gabriel, Hincapie; Lewis-Skelly, Rice; Dowman, Odegaard, Eze; Gyokeres. Pemain muda Max Dowman kembali dipercaya start, menyusul penampilannya di pertemuan sebelumnya pada November 2025.
Rekor pertemuan antara kedua tim sangat menguntungkan bagi Arsenal. Dalam lima pertemuan terakhir, The Gunners menang tiga kali, imbang satu, dan hanya sekali kalah — meski kemenangan terbesar mereka tercatat pada 2007, saat menang 7-0 di kandang sendiri. Di pertemuan terakhir pada 5 November 2025, Arsenal menang 3-0 di Praha, menjadi bukti dominasi mereka di laga tandang.
Performa terkini juga mendukung Arsenal. Dalam lima laga terakhir di semua kompetisi, mereka menang tiga kali, imbang dua kali, termasuk kemenangan 1-0 atas Liverpool dan 2-0 atas Everton. Sementara Slavia Praha menunjukkan peningkatan signifikan dengan kemenangan 5-0 atas Jablonec dan 4-0 atas Brno dalam dua laga terakhir di liga domestik, meski masih belum mampu menang di Liga Champions musim ini.
Pertandingan ini menjadi ujian nyata bagi Slavia untuk membuktikan bahwa perbaikan mereka bukan sekadar tren sementara, sekaligus kesempatan bagi Arsenal untuk memperkuat posisi di puncak grup.















