Sumbawanews.com,- Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menjalankan transformasi besar-besaran melalui deregulasi, peningkatan prestasi atlet, dan pembangunan karakter generasi muda. Di bawah kepemimpinan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, 191 Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga disederhanakan menjadi hanya empat peraturan, dengan jumlah pasal berkurang dari 1.500 menjadi sekitar 600. Empat regulasi baru itu mengatur pelayanan kepemudaan, pembudayaan olahraga, pembinaan olahraga prestasi, dan industri olahraga, sekaligus mengubah paradigma olahraga dari beban anggaran menjadi investasi ekonomi nasional.
Transformasi ini memicu lonjakan prestasi di kancah internasional. Indonesia meraih peringkat kedua di SEA Games Thailand 2025 dengan 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu—capaian terbaik sejak 1995. Atlet seperti Rizki Juniansyah memecahkan dua rekor dunia angkat besi, sementara Diva Renata Jayadi mencatat rekor SEA Games lompat galah 4,35 meter. Di ASEAN Para Games Thailand 2025, Indonesia menempati peringkat dua dengan 135 emas dan 393 medali total, dengan sejumlah rekor baru diukir oleh Taufik Abdul Karim dan Harsanto Mutiara Cantik. Di sepak bola, Indonesia sukses menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 dan menjuarainya setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti pada 5 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Indonesia melampaui target dengan meraih lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Kelima medali emas berasal dari cabang prioritas Olimpiade: bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, dan panahan. Sembilan rekor dunia, Asia, dan Asian Games tercipta, termasuk enam rekor oleh Rahmat Erwin Abdullah dan tiga dari Desak Made Rita Kusuma Dewi serta Aditya Tri Syahri. Nurisa Dian Ashrifah mencatat sejarah dengan membawa pulang emas pertama Indonesia dalam sejarah keikutsertaan di Asian Games di cabang panahan.
Di bidang kepemudaan, Kemenpora sedang menyusun cetak biru kepemudaan nasional dan Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia yang berlandaskan tiga nilai utama: patriotik, gigih, dan empatik. Upaya ini bertujuan membangun generasi muda yang tangguh menghadapi persaingan global, peduli sosial, dan memiliki tanggung jawab terhadap bangsa, menjelang peringatan 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028. Seluruh transformasi ini, menurut Erick Thohir, merupakan upaya menerjemahkan visi Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan olahraga dan kepemudaan sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar program seremonial.















