Home Berita Status Siaga Pasca Tsunami Banten, URCL Bakamla dan Basarnas Evakuasi Perahu Nelayan

Status Siaga Pasca Tsunami Banten, URCL Bakamla dan Basarnas Evakuasi Perahu Nelayan

sumbawanews.com,- Dalam kondisi siaga pasca tsunami, tim Unit Reaksi Cepat Laut (URCL) Bakamla RI bersama Basarnas membantu warga melakukan proses evakuasi perahu nelayan di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandegelang, Banten, Kamis (27/12/2018). 

Sebagian warga nelayan di Pantai Sumur yang selamat dari bencana tsunami yang melanda Banten berupaya mengevakuasi kapal dan perahu mereka yang terhempas ke daratan, tidak jauh dari pantai. Dengan bantuan tim URCL Bakamla dan Basarnas, tiga perahu berhasil dievakuasi dari daratan ke laut. Adapun kapal nelayan yang berada diatas reruntuhan rumah warga dievakuasi menggunakan alat berat.

Disepanjang pantai Sumur terlihat puluhan kapal, perahu dan bagan milik nelayan setempat yang terhempas ke daratan hingga jarak 100 meter lebih dari pantai akibat terjangan gelombang tsunami. Tidak sedikit pula kapal atau perahu nelayan yang berada diatas puing-puing reruntuhan bangunan rumah warga di wilayah itu. Sementara itu, bangunan dermaga perikanan untuk kapal nelayanpun hancur. Demikian pula bangunan Pos Angkatan Laut (Posal) mengalami kerusakan dibeberapa bagian.

Hingga saat ini status siaga masih diberlakukan. Pihak BNPB menghimbau agar warga menghindar hingga radius satu kilometer dari garis pantai, karena aktivitas vulkanik anak Gunung Krakatau masih tinggi. Sementara itu tim SAR dan para relawan yang mendirikan Posko di sekitar radius bahaya terus siaga dan tetap beraktivitas membersihkan puing-puing bangunan rumah warga.

Previous articlePerkuat Diplomasi Maritim Dengan Vietnam, Kepala Bakamla Usulkan CG to CG Talk
Next articleDansatgas RDB Tinjau Medan di Wilayah Nyunzu dan Moba Republik Demokratik Kongo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik