Sumbawanews.com,- Sebuah serangan rudal oleh Iran menghantam kapal maritim di Selat Hormuz pada 14 September 2026, melukai delapan personel Marinir Amerika Serikat. Menurut laporan NBC News yang mengutip tiga pejabat AS, para marinir—tujuh tamtama dan satu perwira—tidak mengalami luka kritis, tetapi menderita gejala akibat menghirup asap, termasuk sakit kepala berkelanjutan dan indikasi cedera otak traumatis menyerupai gegar otak. Kapal yang menjadi sasaran bukan kapal perang resmi Angkatan Laut AS, namun identitas pastinya tidak diungkap. Meski terluka, seluruh personel telah kembali menjalankan tugas operasional tak lama setelah serangan.















