Home Berita Nasional Sarjana Bertahan Jadi Pasukan Oranye Demi Kepastian Kerja

Sarjana Bertahan Jadi Pasukan Oranye Demi Kepastian Kerja

Sumbawanews.com,- Di tengah sulitnya mendapat pekerjaan sesuai latar belakang pendidikan, sejumlah lulusan perguruan tinggi memilih bertahan sebagai petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau yang dikenal sebagai Pasukan Oranye di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan, sekitar 30 persen pelamar posisi tersebut ternyata berpendidikan sarjana, meski syarat minimal pendidikan telah diturunkan hingga tingkat SD. Fenomena ini mencerminkan tekanan ekonomi yang mendorong lulusan perguruan tinggi memprioritaskan kestabilan penghasilan daripada prestise profesi.

Adnan, petugas PPSU yang telah bekerja selama sembilan tahun, adalah salah satu contohnya. Dengan gelar sarjana yang diraihnya sambil bekerja, ia memilih tetap bertahan meski kesempatan kerja di sektor lain semakin sulit. “Susah nyari kerja, sekalinya dapat belum tentu masuk, kalah sama ordal,” ujarnya. Baginya, pekerjaan ini memberikan kepastian: gaji sesuai UMP, tunjangan hari raya sebesar satu bulan gaji, cuti tahunan 12 hari, dan jaminan kesehatan melalui BPJS—hal yang jarang ditemukan di sektor swasta.

Tidak hanya Adnan, sekitar lima dari 86 petugas PPSU di lokasinya juga memiliki latar belakang diploma hingga sarjana. Mereka tidak menganggap pekerjaan ini sebagai jalan terakhir, melainkan strategi realistis untuk bertahan sambil menunggu kesempatan masuk sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau calon pegawai negeri sipil (CPNS). Tugas mereka pun jauh lebih luas dari sekadar kebersihan jalan—meliputi pemeliharaan taman, penebangan pohon, konstruksi sederhana, pembuatan mural, hingga respons darurat saat banjir atau kebakaran.

Meski jam kerja resmi delapan jam, mereka tetap wajib hadir di luar jam kerja saat terjadi bencana. “PPSU itu ibarat palugada,” kata Adnan. Baginya, nilai pekerjaan tidak lagi diukur dari gelar, tapi dari kemampuan memberi kehidupan yang layak—dan di masa sulit seperti sekarang, itu sudah cukup.

Previous articleAS Pertimbangkan Bom MOAB untuk Serang Fasilitas Nuklir Iran
Next articleManchester United Dikritik Mirip Sirkus, Java United Guncang Bali United 3-2