Home Berita Nasional Ribuan Lamaran, Sedikit yang Dipanggil: Realitas Job Fair di Jakarta

Ribuan Lamaran, Sedikit yang Dipanggil: Realitas Job Fair di Jakarta

Sumbawanews.com,- Di tengah ramainya job fair di Gedung SMESCO, Jakarta Selatan, pada 24 Oktober 2026, ratusan pencari kerja memadati stan perusahaan, menyerahkan CV, dan berharap mendapat panggilan wawancara—tapi banyak yang pulang tanpa kepastian. Eva, lulusan Psikologi dari kampus swasta di Jakarta, sudah mengirim puluhan lamaran sejak Februari 2026, mengikuti berbagai job fair, bahkan mengikuti kelas sertifikasi, namun belum pernah menerima panggilan wawancara. Ia tak membatasi sektor pekerjaan, hanya ingin posisi di bidang HR atau administrasi sesuai jurusannya.

Tak jauh berbeda, Nadiva, fresh graduate dari Yogyakarta, rutin datang ke job fair meski harus menghabiskan lebih dari Rp50.000 per kunjungan untuk transportasi dan cetak CV. Ia berasal dari Bali dan tinggal di Depok sebagai anak rantau. Meski telah melamar ke sejumlah perusahaan, termasuk yang menawarkan lowongan Social Media Specialist, ia menemukan iklan itu tidak ada di situs resmi perusahaan. “Harusnya transparan, jangan buat kami berharap sia-sia,” katanya. Namun, ia tetap optimis: “Kalau jodoh dan rezeki, pasti datang.”

Sementara itu, Jupri, 59 tahun, asal Pondok Kopi, Jakarta Timur, berjuang kembali ke dunia kerja setelah tiga tahun menganggur. Ia dulu bekerja di perusahaan pelayaran sejak 1998 hingga perusahaannya kalah tender. Meski usianya jauh lebih tua dari kebanyakan pencari kerja, ia tetap mengirim lamaran lewat barcode di job fair, memanfaatkan TikTok, situs web, dan email. “Saya walaupun umur, tapi semangat kerja itu ada,” ujarnya.

Data dari Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta per 20 Oktober 2026 menunjukkan 358 perusahaan telah berpartisipasi dalam 11 job fair tingkat kabupaten/kota, satu tingkat provinsi, dan satu khusus penyandang disabilitas. Dari total lamaran yang masuk, 750 orang sudah ditempatkan, 6.342 dalam proses seleksi, 3.015 menjalani tes, dan 1.102 sedang dalam tahap wawancara. Proses rekrutmen masih berlanjut hingga dua hingga tiga bulan ke depan.

Kepala Disnakertransgi DKI Jakarta, Syaripudin, menegaskan perusahaan yang ikut job fair tidak dipilih sembarangan. Mereka wajib memenuhi kriteria: memiliki lowongan riil, mematuhi regulasi ketenagakerjaan, dan siap menjalani proses rekrutmen langsung di lokasi. Sebelum acara, dilakukan technical meeting untuk memastikan kesiapan perusahaan. Pemantauan berkelanjutan dilakukan untuk memastikan pelamar benar-benar diterima bekerja.

Syaripudin menambahkan, keberhasilan job fair tidak hanya diukur dari jumlah yang diterima, tapi juga dari kemampuannya memperpendek masa transisi lulusan baru ke dunia kerja. Ia merujuk pada kajian LPEM UI yang menunjukkan job fair adalah pintu paling efektif bagi pencari kerja untuk berinteraksi langsung dengan perusahaan, memahami kebutuhan dunia kerja, dan mempercepat proses penyerapan tenaga kerja. Komitmen ini, katanya, dijalankan sejak tahap persiapan hingga evaluasi akhir.

Previous articleOposisi Israel Upayakan Kuasai Knesset untuk Lawan Netanyahu
Next articleDKI Jakarta Diguyur Hujan Sore hingga Malam, BMKG Peringatkan Udara Kabur