Sumbawanews.com,- Polda Sumatera Barat mengutamakan edukasi keselamatan berlalu lintas daripada penilangan selama Operasi Patuh 2026, yang berlangsung sejak 26 Oktober hingga 30 Oktober. Hingga hari keempat operasi, petugas hanya memberikan 226 tilang kepada pengendara, sementara 1.376 teguran tertulis dan edukasi langsung telah diberikan kepada pelanggar.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol Kukuh Priyo Taruno, menegaskan bahwa pendekatan persuasif menjadi strategi utama, bukan sanksi. Ia menjelaskan, personel dilatih untuk memberikan teguran disertai penjelasan langsung tentang aturan lalu lintas, seperti pentingnya menjaga jarak, mematuhi kecepatan, dan menghindari titik buta kendaraan. Edukasi tidak hanya dilakukan di jalan raya, tetapi juga melalui pembagian leaflet, stiker, dan brosur yang menyasar pelajar tanpa SIM, pengendara ojek daring, kurir, komunitas roda dua, hingga operator logistik.
Kukuh menekankan bahwa tujuan jangka panjang operasi ini adalah mengubah perilaku berkendara masyarakat, sesuai arahan Kakorlantas Mabes Polri. Seluruh jajaran Polda Sumbar berkomitmen melanjutkan sosialisasi dan edukasi hingga akhir operasi, demi meningkatkan kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas secara berkelanjutan.















