Sumbawanews.com,- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana banjir, angin kencang, dan tanah longsor seiring dimulainya musim hujan. Imbauan ini dikeluarkan menyusul lonjakan kejadian bencana hidrometeorologi basah yang mencapai 2.247 kejadian hingga 30 Oktober 2026. Sebagian besar kejadian didominasi banjir dan cuaca ekstrem, termasuk tambahan enam kejadian banjir di Sumatra Utara dan Aceh, serta dua kejadian cuaca ekstrem di Kalimantan Selatan dan Jawa Timur. Dampak paling parah tercatat di Kabupaten Deli Serdang, dengan 7.615 keluarga terdampak dan 7.327 rumah terendam, serta Kota Medan yang menjangkit 2.405 keluarga.
BNPB menyatakan, potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih mengancam Aceh yang berstatus Siaga, serta sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua yang berstatus Waspada akibat pengaruh tidak langsung Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman. Untuk mengurangi risiko, masyarakat diminta bergotong royong membersihkan saluran air dan melakukan susur sungai di bawah pengawasan petugas BPBD. BNPB menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan dini guna mengantisipasi bahaya hidrometeorologi yang semakin intensif.















