Home Berita Nasional Makau di Balik Kilau Kasino: Drama Kehidupan di Tengah Taruhan

Makau di Balik Kilau Kasino: Drama Kehidupan di Tengah Taruhan

Sumbawanews.com,- Pada 12-15 Oktober 2026, seorang jurnalis mengunjungi Makau untuk menyaksikan langsung kehidupan di balik layar kasino yang beroperasi 24 jam. Di Studio City dan Venetian, lampu-lampu neon menyinari barisan mesin slot, roda roulette, dan meja baccarat yang menjadi pusat perhatian para pemain. Suasana berubah sepanjang hari: sepi di pagi hari, ramai menjelang malam, dan paling padat saat dini hari. Di Studio City, mesin slot mendominasi, sementara di Venetian, baccarat menjadi permainan utama. Tidak ada jam dinding di dalam kasino—sebuah strategi yang disadari oleh seorang pemain asal Malaysia: “Tak ada jam dinding, biar pemain tidak ingat waktu pulang.”

Felicia, wisatawan asal Malaysia, mengaku baru pertama kali mencoba kasino. Setelah kehilangan 100 dolar Hong Kong di putaran pertama, ia kembali bermain dengan taruhan 200 dolar Hong Kong dan memenangkan bonus 300 dolar Hong Kong. “Jadi, keluar 300, kembali 300,” katanya sambil tersenyum. Sementara itu, Bahri, pemain lain dari Malaysia, mengatakan ia datang hanya untuk mencoba pengalaman baru sebelum pulang: “Jauh-jauh dari Malaysia, sebelum pulang coba dulu. Biar tahu saja rasanya main di kasino.”

Perjudian di Makau telah ada sejak abad ke-19, awalnya berupa permainan fan-tan di rumah-rumah sederhana. Pemerintah Portugis melegalkannya pada 1847 untuk meningkatkan pendapatan. Pada 1930, Hou Heng Company memperoleh monopoli, lalu digantikan Tai Heng Company pada 1937. Pada 1962, Sociedade de Turismo e Diversões de Macau (STDM) di bawah kepemimpinan Stanley Ho mendapat konsesi eksklusif selama empat dekade. Setelah Makau kembali ke China pada 1999, pemerintah membuka industri ini bagi operator lain melalui undang-undang tahun 2001. Tiga perusahaan awal mendapat konsesi, lalu berkembang menjadi enam operator saat ini, masing-masing mengelola kasino sebagai bagian dari resor terpadu dengan hotel, pusat belanja, dan hiburan. Sebelum pandemi, semua hotel di Makau memiliki kasino; kini, hanya hotel besar yang diperbolehkan mengoperasikannya. Pemerintah mendorong pengembangan sektor non-perjudian, seperti pariwisata dan hiburan, untuk diversifikasi ekonomi.

Saat keluar dari kompleks kasino, suara mesin permainan masih terngiang—dunia kecil tempat orang-orang duduk, bertaruh, dan menunggu keberuntungan datang.

Previous articleThomas Alva Edison, Penemu Lampu Pijar, Meninggal di Usia 84 Tahun
Next articlePersib Siap Hadapi Persik Kediri dengan Beckham yang Hampir Siap