Sumbawanews.com,- Seorang pemuda tewas diduga tertembak saat bentrokan antarwarga pecah dini hari di Makassar, menyebabkan lima anggota Polsek Tallo diperiksa oleh Bidang Propam Polda Sulawesi Selatan. Kejadian terjadi sekitar pukul 02.50 WITA di Jalan Kandea III, Bunga Ejaya Beru, saat sekitar seratus orang saling serang dengan batu, busur, dan anak panah. Petugas yang dipimpin Ipda Azharirir datang membubarkan kerusuhan dan disebut telah melepaskan tembakan peringatan, namun mendapat serangan balik. Korban, Rafli Ramadhani alias Pingky (19), ditemukan memiliki luka tembak di punggung kiri yang keluar di lengan kanan, dan meninggal setelah dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara sekitar pukul 04.50 WITA.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menyatakan pemeriksaan dilakukan untuk mengevaluasi apakah prosedur penanganan bentrokan telah diikuti sesuai SOP. Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto menambahkan, pemeriksaan mencakup identitas petugas yang menembak, jenis senjata dan proyektil yang digunakan, serta kesesuaian tindakan dengan aturan penggunaan senjata api saat membubarkan massa. Hasil pemeriksaan forensik dan laboratorium masih menunggu, dan pihak kepolisian belum menyimpulkan apakah ada pelanggaran SOP.
Pemeriksaan juga melibatkan Irwasda dan mencakup seluruh personel yang bertugas malam itu. Keluarga korban telah memberikan persetujuan untuk otopsi lanjutan guna menentukan penyebab pasti kematian. Hingga kini, penyelidikan terus berlangsung untuk memastikan kejelasan rangkaian peristiwa.














