Sumbawanews.com,- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan jumlah penduduk miskin di Ibu Kota berkurang sebanyak 6.500 orang, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,87 persen pada kuartal IV 2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 5,47 persen dan meningkat dari 5,52 persen pada periode sebelumnya. Inflasi Jakarta juga tercatat terendah di Jawa-Bali, yaitu 2,52 persen, berkat pengendalian ketat oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Pramono menekankan, penurunan kemiskinan ekstrem sebanyak 6.500 jiwa merupakan capaian signifikan yang mencerminkan dampak kebijakan pemerintah daerah dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.















