Sumbawanews.com,- Ketegangan di Selat Hormuz memanas setelah Iran mengklaim berhasil menembak jatuh dan menangkap sebuah drone milik Amerika Serikat, jenis MQM-170, di atas Pulau Qeshm menggunakan sistem peperangan elektronik. Klaim ini disampaikan melalui kantor berita resmi IRNA pada Jumat, 30 Oktober 2026, dan disebut sebagai kali kedua Garda Revolusi Islam Iran berhasil menguasai drone sejenis secara utuh. Namun, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) secara tegas membantah klaim tersebut, menegaskan bahwa seluruh drone militer AS di kawasan Timur Tengah telah terdata dan tidak ada yang hilang atau jatuh. Selain itu, Iran juga mengklaim telah menghancurkan kapal permukaan nirawak milik pihak musuh di timur Selat Hormuz, tetapi CENTCOM kembali menyangkal, menyatakan semua kapal nirawak AS dalam kondisi aman dan tercatat.
Iran sebelumnya pernah mengklaim hal serupa terhadap drone MQM-170 di wilayah barat Selat Hormuz, namun tidak ada verifikasi independen yang mendukung pernyataan tersebut. Sementara itu, AS tetap mempertahankan kehadiran skuadron drone laut canggih di Selat Hormuz untuk mendukung lapisan pertahanan CENTCOM.















