Sumbawanews.com,- Identifikasi jenazah Surakman, kru kapal cepat Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis hilang di Selat Sunda, telah dikonfirmasi oleh Pusdokkes Polri. Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga almarhum, menyebut penemuan jenazah di pesisir Pulau Enggano, Bengkulu, sebagai kabar duka yang sangat berat. Mayat tersebut ditemukan pada 12 September 2026, sekitar 380 kilometer dari titik terakhir kapal terdeteksi, dan identitasnya dipastikan melalui kecocokan visual dan ciri fisik sebelum hasil tes DNA keluar pada 22 September 2026. Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menegaskan, proses identifikasi memerlukan waktu hingga dua minggu demi kepastian akurat, sementara pencarian terhadap tujuh korban lain masih berlanjut tanpa kejelasan.
Pencarian selama sepuluh hari melibatkan 24 kapal dari TNI AL, Polairud, Basarnas, dan KPLP, dengan cakupan luas hingga 8.508 mil laut persegi. Tim SAR menyisir wilayah dari Carita hingga Pulau Tabuan, bahkan mengecek pesisir daratan, namun tidak menemukan jejak lain selain beberapa barang seperti life jacket, helm proyek, dan jeriken yang belum bisa dipastikan berasal dari kapal Arupadhatu 1. Operasi SAR resmi ditutup pada 17 September 2026 setelah tidak ditemukan tanda keberadaan korban atau kapal, meski Basarnas menyatakan siap membuka kembali pencarian jika ada informasi baru. Surakman menjadi satu-satunya korban yang berhasil diidentifikasi hingga kini, sementara lima jurnalis dan enam kru lainnya masih dinyatakan hilang.















