Sumbawanews.com,- Jenderal AH Nasution menegaskan bahwa fitnah yang dilancarkan PKI terhadap TNI jauh lebih kejam daripada pembunuhan terhadap tujuh perwira tinggi yang gugur dalam peristiwa G30S. Pernyataan itu disampaikannya saat memimpin upacara pemakaman Pahlawan Revolusi pada 5 Oktober 1965, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun TNI.
Dalam pidatonya yang penuh kesedihan dan tekad, Nasution menyebut hari itu sebagai hari yang dihinakan oleh fitnah, penghianatan, dan penganiayaan. Ia menegaskan bahwa meski tujuh jenderal dan seorang perwira menengah—Ahmad Yani, Suprapto, S. Parman, M.T. Haryono, D.I. Panjaitan, Sutoyo, dan Pierre Tendean—telah mendahului mereka, para prajurit yang masih hidup wajib meneruskan perjuangan menegakkan kebenaran, keadilan, dan kemerdekaan. “Kamu semua mendahului kami, kami semua yang kamu tinggalkan punya kewajiban meneruskan perjuangan kita,” ujar Nasution dengan suara bergetar. Ia menambahkan, jika fitnah itu dianggap benar, maka mereka yang hidup siap membuktikan kebalikannya.
Pemakaman tujuh pahlawan revolusi itu berlangsung di tengah duka mendalam bangsa, sekaligus menjadi momen penegasan TNI untuk tidak tergoyahkan oleh upaya pencemaran nama baik. Nasution menutup pidatonya dengan tekad bahwa perjuangan mereka tidak akan pernah padam, selama kejujuran dan kebenaran masih menjadi landasan.















