Sumbawanews.com,- Puluhan siswa di 12 desa Kabupaten Aceh Barat terdampak banjir akibat hujan deras dan luapan sungai, yang merendam permukiman, merusak fasilitas sekolah, dan mengganggu kegiatan belajar. Pemerintah daerah mengerahkan tim gabungan untuk penanganan darurat sekaligus menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah berupa pakaian, sepatu, dan tas kepada anak-anak di kecamatan terdampak.
Banjir meluas di tiga kecamatan—Pante Ceureumen, Sungai Mas, dan Woyla Barat—dengan ketinggian air mencapai puluhan sentimeter. Di Pante Ceureumen, tujuh gampong terendam, termasuk Gampong Sikundo yang mengalami erosi badan jalan dan pagar sekolah. Empat desa di Sungai Mas dan satu desa di Woyla Barat juga terdampak akibat luapan Sungai Krueng Meureubo dan Krueng Woyla sejak Sabtu, 31 Oktober 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat mengimbau warga di sepanjang aliran sungai tetap waspada karena debit air masih tinggi.
Bantuan perlengkapan sekolah disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) kepada siswa dari TK Jambak, SD Swasta Sikundo, SDN Keutambang, SDN Alue Lhok, dan SMPN 3 Pante Ceureumen. Ketua Posyandu Kabupaten Aceh Barat, Afrinda Novalia, menyatakan bantuan ini bertujuan meringankan beban keluarga dan mendukung pemulihan psikologis serta sosial anak-anak korban bencana hidrometeorologi.
Plt Kepala BPBD Aceh Barat, Dharmawan, menegaskan bahwa bencana ini murni akibat intensitas hujan tinggi yang memicu luapan sungai-sungai besar di pedalaman. Tidak ada informasi korban jiwa atau evakuasi massal dalam laporan resmi.















