Gaza, sumbawanews.com – Hamas telah mengumumkan Yahya al-Sinwar sebagai pemimpin politik baru sebagai pengganti Ismail Haniyeh, pada Rabu (07/08).
“Setelah konsultasi dan pertimbangan mendalam dan ekstensif di lembaga kepemimpinan kami, saudara pemimpin Yahya Sinwar dipilih sebagai kepala biro politik,” bunyi pernyataan Hamas.
Baca Juga: Hamas: Adili Zionis Atas Kejahatan Genosida
Berbagai sumber menyebutkan, Yahya Al-Sinwar, lahir pada bulan Oktober 1962, telah menghabiskan sebagian besar hidupnya di penjara Israel. Dia dijatuhi hukuman empat hukuman seumur hidup pada tahun 1988 tetapi dibebaskan pada tahun 2011 sebagai bagian dari pertukaran tahanan yang melibatkan 1.027 orang. Sejak itu, ia mendapatkan kembali peran kepemimpinan penting di Hamas dan ditunjuk sebagai kepala biro politik Gerakan tersebut di Gaza pada tahun 2017.
Latar belakang Yahya al-Sinwar ditandai dengan keterlibatan awalnya dalam aktivisme politik dan komitmen teguhnya terhadap perjuangan Palestina. Lahir di kamp pengungsi Khan Younis dari orang tua yang mengungsi selama Nakba tahun 1948, Sinwar telah aktif terlibat dalam kegiatan perlawanan sejak usia muda. Saat belajar di Universitas Islam Gaza, ia memimpin Blok Islam dan memperoleh gelar Sarjana Studi Arab.
Dedikasinya terhadap perjuangan ini semakin meningkat selama ia dipenjara, di mana ia menjalin hubungan dengan kaum revolusioner Palestina lainnya, termasuk Syekh Ahmad Yassin, pendiri Hamas. Setelah dibebaskan pada tahun 1985, ia mendirikan organisasi Al-Majd, yang kemudian menjadi bagian dari Hamas, dengan fokus pada pemberantasan pengkhianat dan berkolaborasi dengan mata-mata di Gaza.
Kepemimpinan Al-Sinwar berperan penting dalam beberapa operasi penting. Pada tahun 2018, ia memimpin Great March of Return, yang bertujuan untuk mematahkan pengepungan di Gaza, yang ditanggapi dengan kekuatan besar oleh keamanan Israel. Baru-baru ini, ia mendalangi operasi Banjir Al-Aqsa, yang semakin memperkuat perannya sebagai pemimpin strategis di Hamas. (Using)