Teheran, sumbawanews.com – Nasser Kanaani Chafi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Selasa (10/09) mengatakan, Meskipun ada klaim advokasi perdamaian dan pertentangan lisan dari pejabat Amerika terhadap meningkatnya ketegangan di Asia Barat, dukungan militer pemerintah AS terhadap kejahatan perang rezim Zionis di Jalur Gaza dan Tepi Barat terus berlanjut tanpa henti dan dalam skala besar.
Menurutnya, statistik yang baru diterbitkan, rezim Zionis telah menjatuhkan rata-rata 36 kilogram bom dan rudal terhadap setiap penduduk Palestina di Jalur Gaza. Menjadikannya rekor dunia dalam hal kebrutalan dan kebiadaban.
Baca Juga: Perwakilan Hizbullah Lebanon Bertemu Menlu Iran
Beberapa negara Eropa dan Barat lainnya, yang, seperti AS, menampilkan diri sebagai pembela hak asasi manusia global dan pembela konvensi dan perjanjian internasional, telah berkontribusi terhadap genosida dan kejahatan perang rezim Zionis selama sebelas bulan terakhir. Dengan mengirimkan berbagai bom dan senjata mematikan.
“Tidak diragukan lagi bahwa pasokan senjata yang terus berlanjut dan penguatan mesin genosida dan kejahatan perang rezim Zionis oleh AS dan beberapa negara Barat bertentangan dengan komitmen yang jelas dari masyarakat internasional untuk mencegah dan menghukum pelaku genosida, sebagaimana ditetapkan dalam Konvensi Genosida 1948. Berdasarkan konvensi ini, negara-negara memiliki tanggung jawab yang jelas untuk mencegah genosida, menghukum mereka yang bertanggung jawab, dan memastikan bahwa senjata mereka tidak digunakan untuk melakukan genosida,” kata dia.
Menurutnya, Penyebaran informasi palsu dan menyesatkan mengenai transfer senjata Iran ke negara-negara tertentu tidak lebih dari sekadar taktik propaganda keji dan kebohongan terang-terangan. Yang bertujuan untuk menutupi dukungan senjata ilegal yang besar yang diberikan oleh AS dan beberapa negara Barat untuk genosida di Jalur Gaza.
“Klaim yang menipu seperti itu tidak boleh mengalihkan perhatian masyarakat global dari tanggung jawab mereka untuk menghentikan kejahatan perang dan pembunuhan massal rezim Zionis dan meminta pertanggungjawaban para pendukungnya,” jelas dia. (Using)