Sumbawanews.com,- Kapal induk nuklir AS, USS Theodore Roosevelt (CVN-71), terpantau melintasi Laut Cina Selatan pada 4 November 2026 dalam perjalanan menuju Laut Arab, memicu kekhawatiran bahwa Washington sedang mempersiapkan kemungkinan serangan terhadap Iran. Pergerakan kapal yang merupakan bagian dari Carrier Strike Group 9 itu diikuti oleh data lintasan pesawat tempur dari kapal induk dan dukungan logistik dari kapal perbekalan Australia, HMAS Stalwart, menunjukkan operasi militer yang terkoordinasi. Roosevelt diperkirakan tiba di wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS (CENTCOM) pada akhir November, di tengah spekulasi bahwa AS berencana mengerahkan tiga kapal induk sekaligus di Timur Tengah—jika Theodore Roosevelt bergabung dengan USS George Washington dan USS George H.W. Bush yang sudah berada di kawasan itu. Iran telah memperingatkan akan membalas semua negara yang membantu serangan AS, sementara Washington belum mengungkapkan tujuan pasti pergerakan tersebut.















