Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tidak serius mengejar perdamaian dengan Rusia, sementara serangan drone Ukraina memicu kebakaran di terminal minyak strategis St Petersburg pada 18 Oktober 2026. Trump meminta Kyiv mempertimbangkan pemimpin lain untuk memimpin negosiasi damai, sambil menegaskan bahwa Rusia tidak menghalangi proses perdamaian. Pernyataan itu muncul di tengah penangguhan sanksi ekonomi AS terhadap Moskow, yang dikritik Zelensky sebagai langkah yang justru memperkuat kemampuan Rusia melanjutkan perang.
Trump, dalam pernyataan kepada wartawan dan lewat platform Truth Social, menyatakan bahwa Zelensky “tidak ingin mengakhiri perang ini, dan mungkin memang tidak pernah menginginkannya.” Ia mengklaim sedang memperjuangkan kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina, dan tidak ingin melakukan tindakan yang “secara bodoh” membuat Moskow meninggalkan meja perundingan. Ia juga menyebut perundingan telah menunjukkan kemajuan besar, meski pertempuran di lapangan tetap berlangsung intensif.
Zelensky membantah tudingan itu. Ia menegaskan Ukraina selalu terbuka terhadap penyelesaian diplomatik yang menghormati kedaulatan negaranya. “Ukraina tidak pernah menginginkan perang ini, dan kami menyambut setiap upaya dari mitra-mitra kami untuk mengakhirinya secara bermartabat,” ujarnya melalui platform X. Dalam wawancara dengan NBC News, ia memperingatkan bahwa jika AS berpihak kepada Rusia, itu akan menjadi kesalahan bersejarah.
Serangan drone Ukraina pada 18 Oktober 2026 menargetkan sejumlah infrastruktur di Rusia, termasuk terminal minyak di St Petersburg. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim menembak jatuh 1.015 drone dalam semalam—angka yang belum diverifikasi independen. Gubernur St Petersburg Alexander Beglov mengonfirmasi kebakaran terjadi di depot minyak dan sejumlah gudang industri. Otoritas setempat melaporkan satu orang tewas dan 15 lainnya terluka.
Perusahaan teknologi Rusia VK mengaku pusat datanya di wilayah Leningrad diserang drone, meski layanan tetap berjalan. Perusahaan drone Ukraina Fire Point mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Sementara itu, perusahaan e-commerce Ozon mengonfirmasi kebakaran di pusat logistiknya.
Bagi Ukraina, serangan terhadap fasilitas energi Rusia adalah bagian dari strategi mengganggu rantai pasok bahan bakar. Namun, Trump sebelumnya mengecam serangan semacam itu karena dinilai memperburuk gangguan pasar energi global—terutama pasokan solar yang penting bagi sektor transportasi, pertanian, dan industri AS. Washington tengah berupaya menekan harga energi yang melonjak akibat konflik di Timur Tengah, menjelang pemilu sela AS pada 3 November 2026.















