Home Berita Internasional Tentara AS Raup Rp 7,2 Miliar dari Taruhan Penangkapan Maduro

Tentara AS Raup Rp 7,2 Miliar dari Taruhan Penangkapan Maduro

Sumbawanews.com,- Seorang tentara pasukan khusus Amerika Serikat, Gannon Ken Van Dyke, didakwa menggunakan informasi rahasia pemerintah untuk memasang taruhan di platform Polymarket, menghasilkan keuntungan lebih dari US$409.000 atau sekitar Rp 7,2 miliar, menjelang operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Taruhan terbesarnya senilai US$32.537 dipasang pada prediksi bahwa Maduro tidak lagi menjabat pada 31 Januari, dengan tingkat keuntungan mencapai 1.242 persen. Departemen Kehakiman AS menyatakan Van Dyke berusaha menghapus akun Polymarket dan mengganti alamat email terkait kriptonya untuk menyembunyikan jejak transaksi. Ia didakwa atas penggunaan ilegal informasi rahasia, pencurian informasi pemerintah, penipuan komoditas, dan penipuan melalui sarana elektronik. Foto Van Dyke terlihat di geladak kapal USS Iwo Jima saat Maduro ditangkap, meski dakwaan tidak menyebut perannya dalam operasi tersebut. Presiden Donald Trump membandingkan kasus ini dengan skandal Pete Rose yang bertaruh pada timnya sendiri, menyebut praktik semacam itu tidak dapat diterima. Polymarket menyatakan telah melaporkan aktivitas mencurigakan itu kepada otoritas dan menegaskan bahwa perdagangan berdasarkan informasi orang dalam tidak memiliki tempat di platformnya.

Previous articlePSS Sleman Tumbang 1-2 dari Borneo FC di Maguwoharjo
Next articleBorneo FC Menang 2-1 atas PSS Sleman, Kartu Merah Ashkovski Jadi Titik Balik