Home Berita Internasional Sistem Pelaporan Dana Kampanye AS Diretas, Transparansi Pemilu Terancam

Sistem Pelaporan Dana Kampanye AS Diretas, Transparansi Pemilu Terancam

Sumbawanews.com,- Federal Election Commission (FEC) menonaktifkan sementara sistem pelaporan dana kampanye federal selama 41 jam menjelang pemilu sela 3 November 2026, setelah sistemnya menjadi sasaran serangan siber. Gangguan yang dimulai Senin malam, 26 Oktober 2026, menghambat pengungkapan transaksi politik senilai miliaran dolar AS, termasuk pengeluaran independen yang wajib dilaporkan dalam 24–48 jam. Publik dan pemantau transparansi kehilangan akses terhadap data terkini, padahal aktivitas kampanye mencapai puncaknya dengan rata-rata lebih dari 50 juta dolar AS dihabiskan setiap hari. Meski arsip lama tetap tersedia, keterlambatan pelaporan mengancam kemampuan masyarakat memahami sumber dan aliran uang politik sebelum hari pemungutan suara.

Serangan siber itu dipicu oleh upaya pihak tak dikenal menembus sistem FEC, seperti diungkapkan dalam surat elektronik yang diperoleh Reuters. Untuk menghindari risiko keamanan lebih lanjut, lembaga itu memutuskan menutup sementara layanan berbasis jaringan publik. Akibatnya, komite kampanye, super PAC, dan organisasi independen tidak bisa mengirim laporan keuangan melalui saluran elektronik resmi, meski kewajiban hukum tetap berlaku. Kewajiban pelaporan 24 jam untuk pengeluaran independen senilai minimal 1.000 dolar AS antara 15 Oktober hingga 1 November, serta pelaporan 48 jam untuk kontribusi besar, menjadi terganggu.

Pemulihan sistem terjadi pada Rabu malam, 28 Oktober 2026, tetapi kerusakan reputasi transparansi sudah terjadi. Data menunjukkan bahwa hanya pada 20 Oktober, pengeluaran politik yang dilaporkan sudah melampaui 250 juta dolar AS. Aktivis seperti Molly White menekankan bahwa keterlambatan ini menghambat pemantauan terhadap dana dari sektor teknologi dan mata uang kripto—kelompok yang semakin dominan dalam pendanaan politik. “Informasi ini paling penting justru ketika pemilih akan memutuskan pilihan,” ujar White.

Steven Mele, eksekutif konsultan kepatuhan politik dengan 26 tahun pengalaman, mengatakan belum pernah mengalami gangguan sebesar ini dalam karirnya. Ia memperingatkan bahwa informasi yang terlambat publikasi kehilangan makna strategisnya—karena tidak lagi bisa memengaruhi keputusan pemilih. Sistem FEC, yang selama ini menjadi tulang punggung pengawasan dana kampanye federal, kini terbukti rentan terhadap gangguan teknis yang bisa mengaburkan jejak uang politik di saat paling kritis.

Previous articlePersib Bandung Guncang Melbourne Victory, Balsa Sekulic Cetak Dua Gol
Next articleMelalui Program Military Attache Tour 2026, Sintel TNI Memperkuat Diplomasi Pertahanan