Sumbawanews.com,- Pesawat British Airways rute London-Chicago mendadak membatalkan penerbangan dan kembali ke Inggris setelah mengalami penurunan ketinggian drastis hingga 28.000 kaki di atas Irlandia. Kejadian itu terjadi pada Senin, sekitar satu jam setelah lepas landas dari Bandara Heathrow pukul 12.14 waktu setempat, ketika pesawat Boeing 777-200ER yang membawa penumpang tiba-tiba mengalami turbulensi dan masker oksigen otomatis terbuka dari langit-langit kabin. Pilot segera menurunkan pesawat di bawah 10.000 kaki, mengaktifkan kode darurat 7700, dan memutuskan kembali ke Heathrow setelah melakukan manuver melingkar di atas Selat Bristol untuk mengurangi bobot. Pesawat mendarat dengan selamat sekitar pukul 17.00 waktu setempat, tanpa cedera pada penumpang atau awak.
Seorang penumpang, Tom Nicholls, mengatakan penurunan ketinggian berlangsung cepat namun tidak membuat ketidaknyamanan ekstrem. Ia memuji keterampilan pilot yang dinilai sangat profesional. Masker oksigen yang terbuka sempat menimbulkan kepanikan sementara, tetapi kapten pesawat kemudian mengumumkan bahwa ketinggian sudah aman sehingga masker tidak lagi diperlukan. British Airways menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan awak selalu menjadi prioritas utama, dan penerbangan tersebut kembali ke Heathrow karena masalah teknis yang belum diungkap secara resmi. Foto-foto penumpang menunjukkan sejumlah masker oksigen menggantung di kabin selama perjalanan kembali. Pesawat yang digunakan, Boeing 777-200ER, telah beroperasi sejak Juli 1997. Penumpang kini diatur ulang ke penerbangan baru yang dijadwalkan berangkat pada Selasa.















