Sumbawanews.com,- Pasar Pakistan menjadi tulang punggung ekspor minyak sawit Indonesia, didukung oleh kemitraan stabil dengan perusahaan importir MAPAK Edible Oils Private Limited. Penghargaan Primaduta Award 2026 kategori Importir Produk Halal diberikan kepada MAPAK oleh Konsul Jenderal RI Karachi, Mudzakir, dalam acara jamuan makan malam di KJRI Karachi pada 3 November 2026. Penghargaan ini diresmikan berdasarkan Keputusan Menteri Perdagangan RI Nomor 2002 Tahun 2026, mengakui konsistensi MAPAK dalam memperkuat perdagangan bilateral.
Mudzakir menekankan bahwa minyak sawit dari Indonesia menjadi bahan baku strategis bagi industri pengolahan minyak nabati di Pakistan, mendukung manufaktur lokal, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing industri. Selain itu, ia menyoroti capaian Trade Expo Indonesia 2026, di mana lebih dari 20 perusahaan dari Provinsi Sindh menandatangani 14 nota kesepahaman dan Letter of Intent dengan nilai potensi kerja sama mencapai US$ 9,4 juta. Ia menegaskan bahwa kesuksesan perdagangan tidak berhenti pada penandatanganan kesepakatan, melainkan pada tindak lanjut menjadi transaksi nyata dan kemitraan berkelanjutan.
Indonesia juga membuka peluang bagi produk Pakistan untuk masuk ke pasar domestik, dengan mendorong kerja sama industri dan pembentukan usaha patungan guna menciptakan perdagangan dua arah yang seimbang. Acara penyerahan penghargaan turut dimeriahkan penampilan Tari Saman oleh mahasiswa Indonesia di Karachi, sebagai simbol persahabatan budaya antar kedua negara.















