Home Berita Internasional Militer AS Kembali Jadi Sorotan Usai Marinir Dituduh Bunuh Warga Okinawa

Militer AS Kembali Jadi Sorotan Usai Marinir Dituduh Bunuh Warga Okinawa

Sumbawanews.com,- Seorang marinir Amerika Serikat, Devin Jacob Ballard (20), ditangkap di Okinawa pada Minggu (4/10/2026) atas dugaan merampok dan membunuh Anna Yagi (39) di sebuah hotel di Naha pada Sabtu (3/10) dini hari. Kasus ini memicu kemarahan luas di Jepang, dengan protes massa, tekanan politik dari pejabat tinggi, dan permintaan agar AS memperketat disiplin pasukannya. Ballard, yang bertugas di Pangkalan Udara Futenma, ditangkap setelah polisi mengenali ciri-cirinya dari rekaman kamera pengawas—termasuk potongan rambut dan tato di kedua lengan—yang cocok dengan pria yang terlihat keluar dari hotel bersama korban. Menurut perjanjian bilateral, kasus ini ditangani oleh otoritas Jepang karena kejahatan terjadi di luar pangkalan militer dan saat pelaku tidak sedang bertugas.

Pemerintah Jepang merespons dengan kecaman tajam. Gubernur Okinawa Genta Koja menyebut tindakan itu “sama sekali tidak dapat dimaafkan” dan memanggil Komandan Pasukan Ekspedisi Marinir III Letnan Jenderal Benjamin Watson serta Konsul Jenderal AS Andrew Ou untuk menuntut langkah pencegahan yang efektif. Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi memanggil Komandan Pasukan AS di Jepang Letnan Jenderal Stephen Jost, sementara Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi menyampaikan kemarahan resmi kepada Duta Besar AS George Glass. Perdana Menteri Sanae Takaichi menekankan perlunya kerja sama penuh dari AS untuk memperkuat disiplin militer.

Kemarahan publik di Okinawa tidak terbendung. Sekitar 160 orang menggelar aksi protes di Naha dengan spanduk bertuliskan “Kami sudah muak!”—mengingatkan kembali trauma masa lalu, termasuk kasus pemerkosaan terhadap anak perempuan berusia 12 tahun pada 1995 dan kasus serupa pada 2024. Okinawa, yang menampung sekitar 70 persen fasilitas militer AS di Jepang, telah lama menjadi titik panas ketegangan akibat kehadiran 50.000 personel AS. Jumlah kasus kriminal yang melibatkan militer AS meningkat dari sekitar 40 pada 2020 menjadi 101 pada tahun lalu, memperdalam kecurigaan warga terhadap sistem disiplin yang dianggap gagal.

Ballard membantah tuduhan tersebut. Jaksa Jepang kini memeriksa bukti untuk menentukan dakwaan resmi dalam beberapa pekan mendatang. Jika terbukti bersalah, ia berpotensi dihukum penjara seumur hidup atau hukuman mati. Sementara itu, pihak AS berulang kali menegaskan komitmennya untuk menjadi tetangga yang baik dan memperbaiki kepercayaan masyarakat Okinawa.

Previous articleIndonesia Juara, Herdman Temukan Kebahagiaan yang Hilang di Kanada
Next articleDemo Depan DPR, 11.262 Personel Dikerahkan untuk Pengamanan