Sumbawanews.com,- Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, mengumumkan bahwa Kolombia akan meresmikan kedutaan besarnya di Yerusalem pada pekan depan. Keputusan ini menandai langkah diplomatik baru setelah Presiden Kolombia Abelardo De la Espriella memulihkan hubungan dengan Israel setelah sebelumnya memutuskan hubungan akibat konflik di Gaza. Peresmian dijadwalkan menyusul kedatangan Menteri Luar Negeri Kolombia, Omar Bula Escobar, ke Yerusalem pada 11 Oktober 2026. Israel menyambut keputusan ini sebagai bagian dari upaya memperluas pengakuan internasional terhadap Yerusalem sebagai ibu kota, meski sebagian besar negara tetap menempatkan kedutaan di Tel Aviv. Saar juga menyebut Republik Demokratik Kongo kemungkinan akan mengikuti jejak Kolombia, sambil mengisyaratkan Brasil bisa bergabung tergantung hasil pemilu mendatang. Di Bogota, protes pun muncul dari kelompok sipil yang mengecam kebijakan pemerintah sebagai pengabaian terhadap penderitaan rakyat Palestina.















