Sumbawanews.com,- Sedikitnya 139 orang, termasuk 15 anak-anak, tewas dan 84 lainnya dilaporkan hilang setelah kapal yang mengangkut migran terbalik di lepas pantai Djibouti. Kejadian itu terjadi antara Kamis malam dan Jumat dini hari di dekat Guhere, pesisir timur Djibouti, di Teluk Aden, dekat Selat Bab al-Mandeb. Kapal tersebut membawa lebih dari 300 orang, sebagian besar warga Ethiopia, dalam perjalanan menuju Yaman. Sebanyak 80 orang berhasil selamat, sementara operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung oleh otoritas setempat didukung Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).
IOM menyatakan bahwa sejumlah jenazah telah dimakamkan secara informal oleh sesama migran dan belum tercatat dalam data resmi karena menunggu verifikasi otoritas. Kepala Misi IOM di Djibouti, Alexandre Coissac, menyebut tragedi ini sebagai pengingat nyata akan bahaya yang dihadapi para migran di jalur yang sudah lama dikenal berisiko tinggi. Selat Bab al-Mandeb, yang hanya selebar 20 kilometer di titik tersempitnya, menjadi rute utama bagi ribuan orang yang mencari pekerjaan dan perlindungan di negara-negara Teluk, meski ketidakstabilan keamanan di kawasan semakin memburuk akibat konflik di Yaman dan ketegangan regional.
IOM mencatat lebih dari 20.000 pergerakan migran dari Ethiopia ke Djibouti sejak 10 September, sementara pada tahun lalu lebih dari setengah juta orang mencoba menyeberang ke Yaman, dengan sedikitnya 900 orang tewas atau hilang dalam perjalanan tersebut. Djibouti juga menjadi tujuan pelarian bagi ribuan orang yang melarikan diri dari kekerasan di Yaman.















