Sumbawanews.com,- Aksi protes besar-besaran yang diikuti lebih dari 100.000 orang di sejumlah kota Jerman pada Sabtu, 31 Oktober 2026, berubah ricuh di Frankfurt, menyebabkan lebih dari 100 petugas polisi terluka. Demonstran, sebagian besar remaja dan pemuda, menuntut peningkatan anggaran untuk pendidikan, perumahan, dan perlindungan iklim, serta pengendalian biaya hidup. Kerusuhan pecah di malam hari, dengan sekelompok perusuh menyerang polisi dan menjarah 17 toko, lima di antaranya dijarah habis. Polisi menahan 54 orang berusia 13 hingga 29 tahun terkait kerusuhan tersebut. Pemerintah Negara Bagian Hessen, tempat Frankfurt berada, mengecam tindakan kekerasan itu dan menegaskan para pelaku tidak akan dibiarkan lolos dari hukum. Menteri Dalam Negeri Jerman, Alexander Dobrindt, menuduh kelompok sayap kiri dan aktivis dari komunitas imigran membajak aksi damai menjadi kerusuhan. Penyelenggara aksi, kelompok “Gen Z regelt”, menolak kekerasan dan menegaskan tidak terlibat dalam tindakan perusakan. Kerusuhan serupa juga terjadi di Cologne dan Berlin, sementara di Prancis dan Portugal, aksi protes serupa berlangsung dengan tingkat kekerasan lebih rendah.















