Sumbawanews.com,- Letnan Italia Giulio Gavotti menjatuhkan tiga granat dari pesawat Taube ke kamp militer Turki di Ain Zara, Libya, pada 1 November 1911. Aksi itu menjadi serangan udara pertama dalam sejarah perang, menandai dimulainya era peperangan dari udara. Pesawat kayu dan kanvas yang dikendalikan Gavotti terbang menuju oasis sebelah timur Tripoli, membawa empat granat dan melepaskan tiga di antaranya. Serangan ini memicu kemarahan Kekaisaran Ottoman yang mengklaim bom mengenai rumah sakit lapangan dan menewaskan warga sipil. Namun, penyelidikan dari Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, dan Amerika Serikat menyimpulkan dampaknya terbatas—granat kemungkinan tidak meledak atau jatuh di gurun tak berpenghuni. Meski tak menimbulkan kerusakan besar, peristiwa ini membuka jalan bagi pengembangan strategi pengeboman udara, yang kemudian berkembang pesat dengan penggunaan Zeppelin selama Perang Dunia I.















