Home Berita Internasional AS Bangun Kompleks Miliaran Dolar untuk Uji Coba Jet Tempur F-47

AS Bangun Kompleks Miliaran Dolar untuk Uji Coba Jet Tempur F-47

Sumbawanews.com,- Amerika Serikat sedang membangun kompleks fasilitas militer senilai 1,057 miliar dolar AS di Pangkalan Udara Nellis, Nevada, untuk mendukung pengujian operasional jet tempur generasi keenam F-47, pengganti F-22 Raptor. Fasilitas ini, yang diresmikan dalam dokumen pengadaan Angkatan Udara AS pada 22 Oktober 2026 dan diperbarui empat hari kemudian, mencakup hanggar operasional, laboratorium sistem tempur, pusat simulator, serta infrastruktur khusus untuk merawat teknologi siluman. Pembangunan tahap pertama ditargetkan selesai pada Maret 2031, dengan seluruh komponen rampung pada 2032, sejalan dengan jadwal penerbangan perdana F-47 pada 2028 dan penempatan operasional awal di dekade 2030-an.

Kompleks ini bukan pabrik perakitan—proses manufaktur F-47 tetap berlangsung di St. Louis, Missouri—melainkan pusat pengujian militer yang dirancang untuk menguji integrasi sistem, pemrograman ulang avionik, dan pemeliharaan teknologi siluman. Fasilitas utama meliputi hanggar operasional seluas 10.846 meter persegi yang menggabungkan ruang penyimpanan, perawatan, dan dukungan teknis; laboratorium pemrograman sistem tempur seluas 3.642 meter persegi yang dilengkapi server dan ruang kerja insinyur serta petugas intelijen; serta pusat simulator seluas 3.800 meter persegi dengan empat ruang simulasi untuk menguji misi bersama platform militer lainnya. Di bagian timur pangkalan, dibangun apron seluas 107 ribu meter persegi dengan peneduh pesawat dan jaringan utilitas pendukung.

Fasilitas khusus juga mencakup hanggar pengendalian korosi untuk menjaga integritas lapisan siluman pesawat, yang sangat rentan terhadap kerusakan fisik dan lingkungan. Pemeliharaan material penyerap radar memerlukan prosedur ketat yang hanya bisa dilakukan di lingkungan terkontrol. Selain itu, rencana mencakup pusat pelatihan pemuatan persenjataan, sarana pelatihan teknisi, dan pusat pemeliharaan terpadu, menunjukkan bahwa operasional F-47 akan bergantung pada infrastruktur pendukung yang sangat spesifik. Namun, tidak ada informasi publik mengenai jenis senjata, konfigurasi persenjataan, atau rincian teknis lapisan siluman F-47, yang tetap diklasifikasikan.

Pentagon menekankan bahwa seluruh infrastruktur ini dirancang untuk memastikan kesiapan operasional jet tempur masa depan, bukan sekadar membangun bangunan. Investasi ini mencerminkan pergeseran strategis dari pengembangan pesawat menuju pengujian, pemeliharaan, dan integrasi sistem digital yang kompleks—mengubah cara angkatan udara mempersiapkan dominasi udara di era perang berbasis data.

Previous articleSatgas Port Visit 2026 Perkuat Diplomasi Militer Melalui Bakti Sosial Di Papua Nugini
Next articleLamine Yamal Dinilai Lebih Layak Dari Harry Kane, Paman: Dia Punya Masa Depan, Kane Hanya Sisa Tiga Hari