Jakarta, Sumbawanews. Sekelompok putra daerah Sumbawa yang bermukim di Jakarta menyatakan kesiapannya secara sukarela memberikan masukan dan pendampingan pada masa penyusunan dan penilaian rencana Analisa Dampa Lingkungan (AMDAL ) PT Aman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di blok Elang Sumbawa Selatan.
Komitmen tersebut saat diskusi dengan Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot beserta Tim beberapa hari lalu di kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Jakarta. Mereka terdiri dari individu dengan latar belakang dan kapasitas masing-masing berkomitmen membantu pemda dalam mencermati, mempelajari dokumen AMDAL yang akan dikeluarkan oleh PT AMNT.
Kerangka penyusunan AMDAl memang sudah baku, dan dilakukan oleh perusahaan professional yang disewa pihak perusahaan, dan hasilnya dilakukan penilaian serta konsultasi publik. Pihak pemda Sumbawa yang paham karasteristik daerah sendiri harus mencermati dokumen AMDAl tersebut apakah sudah sesuai aspirasi daerah sebelum disyahkan dan kemudian menjadi panduan pelaksanaan operasional tambang. Untuk itulah asistensi ini sangat dibutuhkan.
Diskusi juga menekan kepada Bupati, bahwa rencana ini akan bukanlah ancaman bagi perusahaan, karena sudah pasti menguntungkan kedua belah pihak. Perusahaan dan pemerintah daerah tentu mengharapkan semua kegiatan dapat mengakomodir kedua kepentingan secara baik dan adil, sehingga mengurangi konflik-konflik yang tidak perlu.
Support tersebut sesungguhnya dapat dilakukan oleh siapapun putra daerah yang memiliki kepedulian terhadap masa depan Sumbawa. Dalam kaitan sekelompok diaspora ini  secara individu berkumpul dan menyampaikan komitmen tanpa membawa bendera organisasi dan Lembaga mana pun.
Seperti diketahui saat ini PT AMNT tengah mempersiapkan rencana lengkap AMDAL, selanjutnya konsultasi publik. Sesuai tahapan selanjutnya proses evaluasi dan koreksi serta masukan diakomodir dalam dokumen, Â tahap berikutnya mendapat persetujuan dari kementerian. AMDAl adalah salah satu syarat penting sebuah perusahaan mendapatkan perpanjangan ijin untuk blok berikutnya.
Sesuai prinsip AMDAL bukan hanya masalah lingkungan hidup tetapi juga menyangkut dampak sosial ekonomi dan budaya yang akan timbul atas beroperasinya perusahaan tersebut di Sumbawa Selatan. Karena itu isi dokumen AMDAL akan memuat semuanya, lengkap dan transparan.
Diaspora juga, mengingatkan pemda tanpa ptransparansi perushaan untuk memberikan dokumen lengkap AMDAL-nya, maka pasti sulit untuk melakukan penilaian, memberi masukan-masukan, serta koreksi. Jika itu terjadi masalah pertama akan muncul. Â (MG)















