Sumbawanews.com,- Zankore, perusahaan infrastruktur kecerdasan buatan asal Indonesia, bersama Nvidia, resmi mengamankan pendanaan sebesar USD 3,1 miliar atau sekitar Rp56 triliun untuk membangun pusat data AI bernama AI Factory di Indonesia. Pendanaan yang didukung konsorsium bank global ini akan digunakan untuk membeli unit pemrosesan grafis (GPU) Nvidia, mencatatkan salah satu transaksi perangkat keras AI terbesar di Asia. Pusat data ini dirancang berkapasitas awal 100 megawatt, dengan rencana peningkatan hingga 1 gigawatt, dan akan melayani pelanggan cloud AI di Indonesia hingga kawasan Asia Tenggara.
Nvidia turut berperan aktif dalam memastikan kelayakan pembiayaan proyek ini dengan menyediakan kerangka kerja bagi hasil dan dukungan kredit, mengatasi keengganan perbankan Asia terhadap pembelian chip AI akibat risiko penurunan nilai aset dan ketegangan geopolitik AS-Tiongkok. “Nvidia membantu kami menjadikan proyek ini layak mendapat pembiayaan,” ujar Vikram Sinha, pimpinan Zankore. Bagi Nvidia, skema ini menjadi strategi strategis untuk memperluas penetrasi pasar GPU di luar Amerika Utara dan memperkuat saluran distribusi cloud di Asia Tenggara.
Zankore didukung oleh pemegang saham strategis, termasuk PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk, Ooredoo Group, dan Nokia Corporation. Platform ini diluncurkan resmi pada 6 Agustus 2026, dengan target penyelesaian 200 megawatt kapasitas pada paruh pertama 2027. Proyek ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekosistem AI di kawasan, sambil tetap mematuhi regulasi tata kelola data elektronik nasional dan aturan ekspor teknologi dari Amerika Serikat.















